Wednesday, January 11, 2023

Buat Senang, Tentukan Kesepakatan.

 Oleh Nuraini


Siapa yang tidak  senang bermain? Tentu semua orang senang bermain. Siapa yang tidak suka dengan mainan? Tentu semua orang akan suka dengan mainan. Apalagi mainan itu merupakan mainan yang sangat disukainya atau mainan itu merupakan mainan yang sedang membumi pada masa itu. Apalagi jika mainan itu merupakan mainan yang sedang digandrungi oleh banyak orang. Seperti lato-lato yang sedang naik daun saat ini.

Kalangan orang tua, remaja bahkan anak yang baru melek, ingin mencoba memainkan lato-lato.

Lato-lato merupakan sebuah mainan berupa 2 bola bundar, terbuat dari bahan plastik padat. Mempunyai bagian di atasnya yang dibuatkan lubang kecil sebagai tempat tali.  Pada masing-masing bola lato-lato dipasangkan tali dan disatukan diujungnya dengan sebuah lingkaran plastik. Panjang tali tegantung kesukaan, bisa 15 cm, bisa lebih panjang dan bisa kurang. 

Cara memainkan lato-lato adalah dengan mengayunkan  atau menggerakkam agar bola lato-lato yang satu berbenturan dengan bola yang satunya lagi. Benturan ini menimbulkan suara yang indah jika sudah bisa memainkannya. Bisa juga membuat bising jika tidak bersahabat dengan suara yang ditimbulkan lato-lato ini.

Permainan ini butuh latihan, butuh konsentrasi, butuh kesabaran dan butuh tenaga untuk memainkannya. Di samping itu, memaikan lato-lato juga butuh kehati-hatian karena bisa menimbulkan lebam di pergelangan tangan dan luka di bagian telunjuk. (Pengalaman dari anak sendiri)

Maraknya permainan lato-lato ini merambah dunia persekolahan. Siswa laki-laki maupun perempuan mengandrungi permainan ini. Dari testimoni saya dengan beberapa orang siswa dan tanya jawab dengan seluruh siswa, mereka mengatakan senang dengan permainan ini.

Siswa di sekolah yang masih tergolong anak-anak tentu kental dengan dunia anak-anak. Masih senang bermain, masih senang mainan, masih fanatisme kelompoknya, masih ingin memiliki mainan yang sama dengan mainan temannya. Masih senang mencoba dengan hal-hal yang baru termasuk mainan lato-lato. Walaupun lato-lato bukanlah permainan baru, namun mainan ini baru muncul kembali. Entah siapa yang memunculkannya kembali dan dari mana yang memulai. Wallahissawab. ...

Lalu bagaimana menyikapi lato-lato yang hadir di sekolah?

Saya berpikir  bahwa kehadiran lato-lato di sekolah mengharuskan kita mengambil sikap yang bijaksana. Artinya berpikir tentang dunia anak-anak san berpikir pula tentang dunia belajar mereka. Ini artinya dunja anak-anak dan dunia belajar berjalan berdampingan. 

Bagaimana ini bisa terlaksana?

Perlunya membuat kesepakatan antara sekolah, siswa dan guru sehingga siswa senang, pembelajaran tidak terganggu dan lato-lato aman (tidak disita guru)

Cara membuat dan menernukan kesepakatan bisa sebagai berikut.

1. Mengumpulkam guru dan siswa dipandu kepala.sekolah.

2. Menunjuk beberapa orang untuk dimintai testimoni tentang permainan lato-lato

3. Bertanya pada keseluruhan siswa.

4. Membuat kesepakatan.

5. Tinjau dan evaluasi kesepakatan secara terus meneru

Bentuk kesepakatan dan sanksi;

1. Tidak memainkan lato-lato dalam kelas ( jika ragu bisa lato-lato dikumpulkan dalam kelas dan diserahkan kembali saat pulang)

2. Memainkan lato-lato di luar kelas pada saat keluar bermain di tempat yang sudah ditentukan.

3. Pada saat keluar bermain, tidak mainkan lato-lato di depan kelas, apalagi jika masih ada kelas.lain yang belum keluar bermain.

4. Jika ditemukan ada siswa yang memainkan lato-lato dalam kelas atau saat belajat, maka lato-lato yang bersangkutan diambil pihak sekolah dam tidak dikembalikan pada yang bersangkutan.

Kesepakatan ini rupanya memerlukan kerja keras guru untuk melaksanakan. Mengapa?

Permainan lato-lato ini seperti orang baru sembuh yang sedang kuat-kuatnya makan. Dalam istilahnya masih kemaruk..Demikian juga dengan siswa yang main lato-lato. Apalagi yang baru bisa, tangannya seperti gatal ingin terus menyentuh lato-latonya.

Maraknya permainan lato-lato memberi pengaruh besar terhadap anak -anak termasuk merambah dunia anak di persekokahan. Hal ini membutuhkan komitmen dan kesepakatan kepala sekolah, guru dan siswa agar permainan yang menyenangkan ini tidak berbahaya bagi anak-anak.

Kesepakatan pun harus dievaluasi perkembangannya. Jika permainan ini dinyatakan di sekolah mengganggu kenyamanan dan keamanan maka lato-lato yang kehadirannya di hentikan.

Kebijakan sekolah terhadap permainan lato-lato ini berbeda-beda. Silahkan, terpenting adalah anak senang, pembelajaran berlangsung aman, keselamatan anak lebih utama. 

Selamat berjuang guru-guru, menghadapi dunia bermain siswa kita dengan dunia lato-lato terhadap pembelajaran di sekolah. 

Lombok, 8 Januari 2023



Tuesday, January 10, 2023

Tips Menulis Ala Dr Wijaya Kusumah; Jadi Panglima untuk Diri Sendiri

 Oleh Nuraini

Resume 1

Narasumber : Dr. Wijaya Kusumah

Moderator    : Dail Ma'ruf, M.Pd

9 Januari 2023

"Menulislah Setiap Hari Buktikan Apa yang Terjadi"  Kalimat ini sering muncul dalam tulisan pada blog milik saya https://nurainiahwan.blogspot.com.  Kalimat itu saya tambahkan pula dengan kalimat,"Menulislah dengan Sepenuh Hati."

Dua kalimat ini merupakan kalimat pemantik dari guru bloger Indonesia yang menjadi narasumber pertama pada kelas belajar menulis nusantara (KBMN) PGRI gelombang 28. Di samping sebagai bloger Indonesia, narasumber yang memiliki segudang prestasi ini, keseharian  berdinas sebagai guru TIK di salah satu sekolah ternama di Jakarta. Beliau adalah Bapak Dr. Wijaya Kusumah.

Saya mengenal beliau melalui dunia maya pada komunitas menulis sebelumnya yakni Belajar Menulis PGRI yang digagas beliau. Pola pembelajaran komunitas Belajar Menulis terdiri dari puluhan gelombang. Kalau boleh saya mengatakan bahwa pola pembelajaran KBMN ini mengadopsi pola Belajar Menulis PGRI. Perbedaanya terletak pada jumlah resume yang menjadi kewajiban anggota untuk dinyatakan lulus dan memperoleh sertifikat.  Belanjar Menulis PGRI mewajibkan anggota menyelesaikan dan mengirim 20 resume untuk mendapatkan sertifikat setara dengan 40 jam, sementara KBMN mewajibkan anggota mengirim 30 resume untuk dinyatakan lulus dan berhak memperoleh sertifikat 64 jam. 

Dobel berkah!

Anggota KBMN memperoleh berkah dobel apabila aktif dan mampu menyelesaikan tantangan atau kewajiban yakni menyelesaikan 30 resume. Saya mengatakan dobel berkah bahkan lebih karena anggota yang menyelesaikan tantangan atau kewajiban akan memperoleh ilmu, memperoleh banyak teman, mendapatkan sertifikat dan  menelurkan mahkota seorang penulis. Mahkota yang saya maksud adalah buku ber-ISBN. Jika ingin menerbitkan tulisannya menjadi sebuah buku. 

Dr. Wijaya Kusumah, pada kesempatan pertama sebagai narasumber dalam KBMN gelombang 28. Saya memandang sangat tepat beliau sebagai narasumber pertama ibarat pembuka pintu. Beliau membukakan pintu anggota, membuka jalan, memberi tahu jalan, menyemangati orang yang mau masuk  sehingga orang tidak tersesat.  Beliau seorang motivator sehingga sangat tepat membersamai anggota kelas belajar menulis yang keanggotaannya beragam ini. Mulai dari penulis yang sudah malang melintang dalam dunia kepenulisan maupun penulis pemula. 

Materi pertama beliau adalah tentang,"Menulislah setiap hari, buktikan apa yang terjadi. Menulislah dengan sepenuh hati."

Dr. Wijaya Kusumah  yang akrab dengan sapaan Om Jay,  sudah membuktikan semua yang terkandung dalam kalimat di atas.  Om Jay dengan tulisan menghantarkan beliau menjadi guru berprestasi, guru inovatif, menghantarkan beliau bisa bertemu Presiden bahkan secara finansial. 

Banyak tips menulis yang disodorkan kepada anggota oleh Om Jay pada pembelajaran 1, tanggal 9 Januari 2023 pukuk 19.00 WIB. Tips yang saya maksudkan adalah bagaimana  melawan rasa malas. Melawan rasa malas dengan menjadikan diri kita sebagai panglima. Seorang panglima harus mampu mengalahkan lawannya karena punya banyak cara, banyak strategi dan manajemen. Lawan yang  Om Jay maksud adalah rasa malas. Agar terus bisa menulis makan harus mampu melawan rasa malas; tips beikutnya adalah kalau menulis, ya menulis saja. Jangan dibaca dulu. Membacanya belakangan setelah tulisan selesai. Dibaca berulang, diperbaiki, dibaca lagi dan seterusnya sampai kita rasakan tulisan itu enak dibaca; 

Tips paling penting menurut saya terkait dengan  menulis adalah tentang apa yang kita tulis. Menurut Om Jay, tulislah hal yang paling kita sukai, paling kita kuasai. Jika yang kita tulis tentang yang kita sukai atau kuasai, maka tulisan kita akan mengalir begitu saja. Lalu tulislah dengan sepenuh hati. 

Mengenai ide dalam menulis bisa datang dari mana saja. Ide tulisan bisa dari apa yang kita rasakan, kita lihat, kita dengar dan yang kita lakukan. Ide juga bisa datang dari tulisan orang lain atau tulisan orang yang sudah kita baca. Oleh karena itu, banyaklah membaca karena seorang penulis pastilah seorang pembaca. Menulis dan membaca merupakan pasangan layaknya makan dan minum seperti yang disampaikan oleh Om Jay.  Kalau saya boleh mengibaratkan,  menulis dan membaca adalah sepasang kekasih yang saling merindukan. 

Mohon krisan dari pembaca

Lombok, 9 Januari 2023


Sunday, January 8, 2023

Kelas Belajar Menulis Nusantara

Oleh Nuraini Ahwan.

Saat ini komunitas menulis melalui dunia maya semakin semarak. Berawal dari mewabahnya corona virus disease 19, membuat banyak orang  memanfaatkan dunia maya atau dunila online untuk banyak kepentingan. Kepentingan yang saya maksud adalah kepentingan pertemuan atau rapat, pelatihan, bisnis, atau kepentingan lainnya termasuk kepentingan meningkatkan kemampuan dalam menulis.

Tahun 2023, corona virus disesae 19 ini tidak lagi ramai terdengar. Mungkin virus ini telah berlalu, namun pemanfaatan dunia maya tidak ditinggalkan. Bahkan kemampuan dalam bidang ini dimanfaatan untuk menunjang keperluan, kebutuhan dan peningkatan kemapuan diri.

Kelas Belajar Menulis Nusantara sebagai salah satu contohnya. Kelas ini merupakan kelas menulis PGRI angkatan 28. Kelas ini digagas oleh Bapak DR Wijaya Kusumah yang akrab dengan panggilan Om Jay. Beliau memimpin beberapa komunitas menulis dalam beberapa angkatan. 

Kelas Belajar Menulis Nusantara  yang disingkat KBMN ini, resmi dibuka secara online melalui zoom metting , Sabtu, 7 Januari 2023 pukul 19.00 Wita sampai selesai.

Pembukaan

Openjng cemony dikuti oleh angota yang tergabung dalam whatsaap grup KBMN gelombang 28 secara online. Anĝgota yang jumlahnya sampai ribuan dari seluruh nusantara tidak semua bisa masuk di ruanh zoom. Banyak faktor yang menjadi penyebabnya. Bisa karena terpental dari ruang zoom, atau mungkin faktor cuaca seperti hujan dan angin sehingga kekuatan signal terganggu. Mengantisipasi hal ini, panitia memberikan kesempatan peserta mengikuti melalui youtube. 

Pada open ceremony, panitia menyiapkan narasumber hebat dan luar biasa. Pengalaman dalam  dunia kepenulisan dan penerbitan juga luar biasa termasuk pengalaman memotivasi peserta.

Opening ceremony ini, tidak bisa saya ikuti secara penuh, namun sepintas saya bisa menuliskan sedikit pemaparan dari Mr.Bram.

Pemaparan tentang  pemenuhan persyaratan untuk bisa menerbitkan buku solo yakni 30 resume. Resume ini bisa dari hasil pemaparan narasumber 3 kali dalam seminggu selama 2,5 bulan.  Tulisan bisa berupa resume atau tulisan lain. Ini memberikan kemudahan kepada anggota termasuk saya. Banyak kemudahan yang diberikan oleh KBMN sehingga saya pandang hal ini merupakan motivasi tersendiri bagi anggota.

Harapan KBMN mampu menghantarkan anggota menelurkan mahkotanya sebagai penulis yakni buku. Baik penulis yang sudah malang melintang di dunia kepulisan maupun bagi penulis pemula.


Semoga KBMN mampu membumikan literasi baca tulis di negeri ini. 

Lombok, 8 Januari 2023

Friday, November 25, 2022

Perjalanan Bersama Rumah Virus Literasi

 

Oleh Nuraini

 

Sahabat literasi,

        Secuil kisah tentang perkenalan saya dengan Bapak Much Khoiri, pendiri sebuah komunitas menulis. Sebuah komunitas yang kini memiliki anggota yang yang berkembang pesat dibandingkan dengan ketika saya masuk menjadi anggota komunitas ini. Komunitas ini bernama Rumah Virus Literasi. Sebuah nama yang  bagus. Nama bagus ini membuat komunitas ini berkembang pesat seperti cepatnya virus menyebar.

        Saya mengenal Bapak Much Khoiri melalui dunia maya dalam komunitas menulis yang dipimpin oleh Om Jay. Om Jay adalah sapaan akrab atau nama pena dari  Bapak Wijaya Kusimah. Bapak Bloger Indonesia. Tanggal 9 Februari 2020 terjadi perbincangan antara saya dengan Bapak Much Khoiri melalui dunia maya terkait dengan buku karya beliau. Inilah awal perkenalan saya.

        Saya tertarik pada buku karya dari Bapak Dosen UNESA, pegiat literasi, penulis buku juga dengan segudang prestasi lainnya dalam bidang kepenulisan. Keinginan saya untuk bisa menulis membuat saya memesan beberapa buku. Buku yang saya pesan antara lain,”Pagi Pegawai, Petang Pengarang, Sopo Ora Sibuk dan Writing is Selling.”

        Saya sangat berharap buku-buku yang akan tiba di tangan akan menghantarkan saya untuk mampu mengikuti teman-teman komunitas dalam menulis. Kemampuan menulis yang dimiliki teman-teman dalam grup membuat saya berdecak kagum. Saya membuat perumpaan tulisan mereka lancar mengalir bak air. Deras dan kencang namun tak berbahaya. Ibarat daging, isinya saja. Tak berselang lama sejak saya pesan, buku pun sudah di tangan.

        Saya kaget ketika membaca sebuah pesan masuk yang berasal dari bapak yang familiar dengan topinya ini. Pesan itu berisi tantangan yang ditujukan pada saya untuk membuat resensi dari sebuah buku beliau. Apabila resensi yang saya kirim nanti sesuai dan memenuhi kreteria, maka tulisan saya akan disertakan pada buku beliau berikutnya. Tantangan itu pun saya terima dengan sedikit keraguan dalam hati. Antara bisa atau tidak. Saya tidak pernah menulis sebuah resensi sebelumnya. Kalau tidak salah, buku yang akan dibuat resensinya adalah ,”Writing is Selling.”

        Saya membaca berulang-ulang buku tersebut sambil saya mencari informasi tentang resensi dengan berselancar di dunia maya. Saya memperoleh sedikit gambaran tentang resensi. Saya mulai membaca sub judul demi sub judul. Saya membaca dan saya menelaah buku bagus ini dengan kaca mata saya sebagai penulis pemula. Ibarat kata, sambal menyelam minum air. Sambil meresensi sambal belajar juga dari buku beliau. Rampung tulisan genre resensi,  saya langsung megirim ke alamat email Bapak Much Khoiri. Alhamdulillah, tulisan saya diikutsertakan dalam buku beliau yang berjudul,”Virus Emcho.”

        Itulah, awal pertemuan saya dengan pendiri rumah virus literasi yang telah memberikan ruang pada saya untuk menghasilkan karya. Komunitas rumah virus literasi yang dinakodai oleh Mr. Emcho sapaan akrab Bapak Much.Khoiri,   dibantu oleh Ibu Milati Masruroh (Milla Efendi). Anggota grup dibuatkan jadwal untuk menyetor tulisan dalam grup. Jadwal ini membuat saya merasa berhutang tulisan jika pada jadwal mengirim tulisan,  saya alfa. “Hutang tulisan dibayar tulisan,” begitu  pernyataan Mr. Emcho dalam sebuah tulisan pada buku beliau.

        Tulisan anggota yang diposting di grup awalnya hanya seperti pesan biasa, namun berkembang menjadi tulisan yang diposting dalam blog. Pembelajaran tentang blog juga terjadi pada komunitas ini. Saling berbagi pengalaman sehingga semua anggota bisa berkunjung ke blog para sahabat. Meninggalkan jejak pada blog tentu merupakan harapan yang punya blog. Ungkapan apresiasi seperti kata mantap, luar biasa, sukses, menginspirasi dan kata-kata sejenis lainnya selalu menjadi jejak yang ditinggalkan oleh pengunjung blog. Sebuah apresiasi dari seseorang yang tidak pelit pujian sebagai bentuk memotivasi bukan untuk mematahkan semangat penulis pemula. Seperti itulah yang saya rasakan.

        Perjalanan dalam komunitas rumah virus literasi membuat saya kala itu memiliki semangat yang tinggi untuk menulis. Banyak kalimat motivasi yang saya

baca dalam tulisan para sahabat. Om Jay memulai tulisannya dengan kalimat motivasi,”Menulislah dengan sepenuh hati.”

“Menulislah setiap hari, biarkan tulisan yang akan menemukan takdirnya sendiri,” begitu ungkapan Ibu Kanjeng, sapaan akrab untuk Ibu Sri Sugiastuti. Seorang pegiat literasi, motivator dan penulis banyak buku. Sementara pada blog spirit literasi milik Dr Ngainun Naim, saya membaca tentang beberapa tingkatan dalam menulis. Apa penyebab seseorang tidak menulis dan apa pula penyebab seseorang punya komitmen diri untuk menulis. Tulisan pada blog ini membuat saya mampu menilai diri.  Pada posisi yang manakah keberadaan saya di antara tingkatan dalam menulis tersebut.

        Pertemanan saya dengan sahabat literasi dalam beberapa komunitas menulis memantik semangat saya untuk menulis. Membakar nyali  untuk memberanikan jemari saya menari  menuangkan ide yang sudah tertulis dalam angan dan kepala. Berpikiran terbuka dan menerima saran maupun kritikan para sahabat terhadap tulisan saya pada blog.

        Perkenalan dan keberadaan saya tengah-tengah penulis hebat dalam grup membuat saya merasa kuat untuk belajar menulis. Meskipun hingga saat ini saya masih sangat fakir dengan ilmu kepenulisan tetapi setidaknya saya memiliki nyali untuk menerbitkan tulisan saya dalam bentuk buku solo. Keberanian ini muncul setelah beberapa tulisan saya diterbitkan dalam buku antologi. Buku adalah mahkota seorang penulis. Sangat tepat  pernyataan yang mengatakan,”Jika bergaul dengan pedagang minyak wangi, maka kita akan ikut menjadi wangi/harum. Jika bergaul dengan penulis, maka kita akan bisa menjadi penulis.”

        Buku yang sudah saya hasilkan merupakan kumpulan dari mesin penampung tulisan yakni blog. Dari tulisan dalam blog pribadi https://nurainiahwan.blogspot.com, saya himpun menjadi satu buah buku berjudul,”Rahasia Menulis Ala Penulis Hebat.” Merupakan kumpulan resume dari narasumber pada, “Komunitas Belajar menulis gelombang 2,” di bawah asuhan  Wijaya Kusumah.

        Lahirnya buku saya yang berjudul,”Rahasia Menulis Ala Penulis Hebat,” memberikan perasaan puas tersendiri pada diri saya. Terlepas dari buku itu menjadi buku yang diminati atau tidak oleh orang lain. Lahirnya buku ini  berpengaruh besar terhadap minat dalam diri saya untuk menulis dan menerbitkan buku. Keinginan ini bahkan jauh lebih besar dari keinginan saya ketika buku solo saya yang pertama terbit. 

        Selama bergabung dalam komuntias rumah virus literasi, menghantarkan saya menelurkan 2 buku solo. Buku pertama pada komumitas rumah virus lierasi, yang merupakan buku solo saya yang 3 berjudul,”Menghimpun yang Terserak,” juga merupakan kumpulan tulisan dalam blog. Tulisan ini merupakan tantangan menulis dari selama 28 hari tanpa jeda pada bulan Februari. Tantangan ini diberikan oleh Yayasan Pustaka Thamrin Dahlan asuhan Bapak Thamrin Dahlan. Selanjutnya buku saya yang ke-4 berjudul,”Diari Seorang Kepala Sekolah.” Buku ini lahir pada masa covid 19 yang merupakan kumpulan kegiatan atau pengalaman Kepala Sekolah memimpin sekolah pada masa covid 19.

 

        Mulai bulan Agustus 2021 sampai 24 November 2022, saya absen menulis,  baik dalam blog maupun pada komunitas rumah virus literasi. Saya absen menulis namun  tidak pernah absen dalam aktivitas menyimak dan membaca postingan para sahabat dalam komunitas. Bahkan komunitas rumah virus literasi merupakan grup whatsaap yang pertama saya kunjungi setelah whatsaap grup kedinasan. Absen dari aktivitas menulis disebabkan karena banyaknya kejadian yang menimpa dan menguras pikiran. Ini bertolak belakang dengan apa yang disampaikan Bapak Much Khoiri dalam beberapa kesempatan atau tulisannya. Masalah, kejadian bahkan musibah bisa menjadi sumber ide kita untuk menulis. Saya tidak bisa menjadikan masalah, musibah menjadi sumber ide tetapi justru saya terpuruk dan absen dalam banyak kegiatan.

        Moment peringatan hari Persatuan Guru Republik Indonesia ke-77 dan Hari Guru Nasional ke-23, tahun 2022 ini, saya gunakan untuk mulai menulis lagi. Tulisan ini  akan menandai kehadiran saya kembali pada komunitas rumah virus litarasi yang sudah lama tidak saya sapa. Komunitas yang membuat rindu saya melangit ketika diadakan kopi darat atau kopdar di bulan Oktober 2022 di Yogyakarta.

       

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 



Monday, October 3, 2022

Apa Khabar Blogku

 Oleh Nuraini Ahwan

Apa khabar blogku?

Kalimat ini sengaja ku buat sebagai judul tulisanku kali ini. Meskipun pertanyaanku ini tak mungkin akan bisa dijawab oleh  blog karena blog bukanlah manusia.  Blog bagiku sebagai tempat aku menumpahkan cerita tentang yang kurasakan, kulihat, kudengar, kulakukan bahkan yang akan aku lakukan. 

Namun belakangan ini, aku tak pernah menyambangi blogku. Hampir  satu tahun lamanya blogku tak pernah aku sapa. Berawal dari sakit yang ku derita saat itu. Sekitar Agustus 2021, aku bolak-balik ke dokter. Jemari tanganku kanan dan kiri mengalami kesemutan yang luar biasa setiap kali menyentuh handpone atau latop untuk mengetik. Karena inginnya aku berselancar di setiap hurup yang ada di handphone atau latop, aku memakai sarung tangan. Akan tetapi tetap saja tak teratasi. Dokter menyarankan aku untuk istirahat sementara dari aktivitas depan latop.

Aku tak yakin dengan saran dokter. Banyak temanku, sahabatku yang aktivitasnya di depan latop lebih dari aku. Di samping sibuk depan latop, teman-temanku juga sibuk di berbagai kegiatan atau organisasi. Mereka baik-baik saja tidak mengalami sakit seperti aku. Lalu mengapa aku yang tak sesibuk teman-temanku mengalami sakit seperti sakit yang aku rasakan. Aku berserah diri pada Allah SWT dengan tetap mengikuti saran dokter.  Aktivitasku menulis di blog dan berbagi tulisan dalam beberapa komunitas menulis aku hentikan.

Di samping sakitku itu, aku ditimpa  masalah yang  amat berat bagiku termasuk dipanggilnya ayahku ke hadapan Illahi Rabbi tanggal 2 Juli 2022.  Menambah panjang waktuku meninggalkan blog. Nyaris semangatku untuk menulis hilang meskipun sakit yang kuderita telah pergi. Masalah berat yang menimpaku berangsur-angsur sirna.  Ini berbanding terbalik dengan pendapat penulis senior yang aku kenal lewat dunia maya. Seharusnya sebuah kejadian, masalah atau peristiwa menjadi sumber inspirasi untuk menulis.

Namun aku justru berdiam diri termasuk tidak menyambangi blogku. Blog yang selama ini menampung tulisanku sebelum menjadi sebuah mahkota penulis. 

Semoga semangatku menulis kembali ..............

Friday, April 8, 2022

BERSAMA FIRMAN AKHSANU, PPMN MENJELAJAH DUNIA (Part2)

 Oleh Nuraini

Perhimpunan Penulis dan Motivator Nasional (PPMN) terus bergerak untuk menggerakkan, sesuai dengan kalimat motivasi yang selalu disampaikan oleh Ketua Umum PPMN, Ibu Nurbadryah pada setiap kesempatan. 

Jum'at, 8 April 2022, kembali PPMN melaksanakan kegiatan pelatihan secara online sesuai dengan jadwal untuk memenuhi delapan kali pelatihan selama bulan Ramadhan. Narasumber untuk kegiatan pelatihan online berasal dari Ketua Wilayah seluruh Indonesia. Pelatihan online Jum'at ini masuk jadwal hari ke-2. 

Narasumber hari ke-2 saat ini adalah salah satu  Ketua Wilayah PPMN yaitu Muhamad Firman Akhsanu, M.M.Pd. Ketwil Surabaya.   Narasumber yang mungkin lebih akrab disapa dengan panggilan Cak Firman, telah berhasil menjual karyanya dalam beragam genre tulisan ke 1200  klien mancanegara.  Puluhan buku beliau juga terjual di marketplace buku internasional.  Royalti dan income secara konsisten diterima Cak Firman  selama 3 tahun terakhir tanpa marketing.

Ada kalimat yang memantik semangat saya untuk menulis atau mungkin memantik semangat peserta webinar untuk menulis. Kalimat motivasi yang tertera pula pada player yang dipublish pada whatsaap PPMN,"Profit Ratusan Juta dari Menulis tanpa Harus Terkenal." 
 
Ada perasaan menyesal tidak dapat bertatap muka dengan narasumber hebat ini pada kegiatan webinar. Namum semangat membuat saya mencari materi yang disampaikan Cak Firman melalui chanel Youtube beliau. Alhamdulillah Chanel Firman Akhsanu membantu saya mendapatkan materi yang diperoleh oleh peserta webinar PPMN yang ke -2.
 
Penulis yang sudah 8 tahun menulis, menulis di 3 platform yakni fiverr, draft2Digital dan warrioplus.
Cak Firman dalam tulisannya menggunakan nama pena untuk market pasar mengingat rasisme di dunia Internasional sangat keras. Repeat buyers beliau sampai 66% pembeli adalah orang yang pernah membeli buku beliau. 

Perjalanan beliau dalam dunia kepenulisan telah merasakan manis asem dan asinnya dunia kepenulisan. Asem dan asinnya dunia kepenulisan seperti tulisan dihina orang atau pembaca dan kekurangan atau kesulitan finansial. Namun asem dan asinnya mampu dilewati dengan terus menulis sehingga akhirnya cak Firman dapat pula menikmati manisnya dunia kepenulisan seperti yang terterapada awal tulisan ini
 
Cak Firman membersamai peserta webinar untuk belajar cara membuat sebuah tulisan menjadi pusat perhatian (Center of Attention) dan membuat orang rindu dengan tulisan kita. 

  • Pertama: Tulis sesuatu yang dibutuhkan orang lain bukan menurut ego anda bagus. Kata kuncinya adalah dalami kebutuhan audiens.
  • Kedua: Gunakan rumus hasil ditambah hal yang dibenci. Misalnya judul "Profit Ratusan Juta dari Menulis  tanpa Marketing." Kata marketing adalah sesuatu yang dibenci oleh kebanyakan orang. Kata Kuncinya adalah cari sesuatu yang dibenci oleh audiens anda. Lihat pada alternatif judul di bawah ini ada kata," tanpa."
  • Ketiga: Gunakan Power Word: Kata yang menggugah emosi audiens. (Rahasia, bocoran, tak terlupakan, tidak banyak, dijamin, karismatik)
  • Keempat: Suguhkan konten yang spesifik. Kata Kuncinya: Dengan cara apa? Untuk siapa? Dalam waktu berapa lama. Tidak hanay judul, tapi juga isinya. 
  • Kelima:   Gunakan Majas untuk menyingkat judul yang terlalu panjang  (Coba fokus pada majas personifikasi dan metapora)

Menurut Cak Firman ada sembilan  Jurus Rahasia Membuat Tulisan Anda Terjual keras dan Buat Pembeli Ketagihan. Ada 4 jurus lagi lebih kepada penulisan naskah.  Jurus pertama sampai jurus kelima bisa digabung dalam pembuatan judul.

Penggunakan majas personifikasi tidak semua bisa digunakan dalam judul buku. Majas personifikasi banyak digunakan pada judul tulisan fiksi. 

Menjaga konsistensi agar bisa mengikuti jejak Cak Firman adalah perlu pengorbanan, punya mimpi dan membuat prioritas.

Materi yang sangat bermanfaat.




Lombok, 8 April 2022

 


Tuesday, April 5, 2022

Perkumpulan Penulis dan Motivator Nasional, Menjelajah Dunia bukan Wacana (Part 1)

 

Oleh Nuraini

Perhimpunan Penulis dan Motivator Nasional (PPMN) memulai  kiprah pertamanya mempertemukan pengurus wilayah dan daerah yang sudah tergabung dalam forum ini melalui kegiatan webinar. Ini merupakan pertemuan yang sudah kesekian kalinya. Pertemuan-pertemuan melalui dunia maya sebelumnya menyampaikan program pusat pada pengukuhan kepengurusan wilayah dan daerah dari seluruh Indonesia. 

Dalam sambutan Ketua Umum PPMN, Ibu Nurbadriyah, M.Pd pada pengukuhan kepengurusan menyampaikan tentang visi perkumpulan ini yakni mencipta dan menjaring para penulis, motivator, baik yang pemula, amatir, maupun profesional, sehingga kedepannya dapat memajukan dan melahirkan cendikia yang kritis, kreatif, komunikatif dan kompeten. 

Dalam upaya mewujudkan visi perkumpulan ini , perlahan namun pasti, Ketua dan jajaran pengurus sudah mulai bergerak dan menggerakkan agar menjadi hebat dan bisa menghebatkan melalui pelaksanaan misi dari  perkumpulan ini. Ada empat misi yang hendak dilaksanakan untuk mencapai visi. Pertama menjaring generasi penulis dan motivator melalui media offline dan online; kedua, menumbuhkan interaksi di kalangan penulis dan motivator; ketiga, mengembangkan project writing menuju penerbitan dan keempat, mengaktifkan speaking melalui event akbar. 

PPMN mengadakan pelatihan pertama  untuk mengisi bulan Ramadhan. Kegiatan dirancang sebanyak 8 kali pertemuan dalam satu bulan. Moderator pada pelatihan online ini, ibu Anita Ekawati, M.Pd dan Narasumber, Ibu Efi Erfita, M.M.Pd. dengan materi Public Speaking dan Permasalahannya. Narasumber adalah ketua wilayah PPMN Sumatera Selatan. Beliau seorang guru dengan segudang prestasi baik menulis dan telah menghasilkan karya dalam bentuk buku. 

Ketua Umum PPMN,  sosok wanita muda dan cantik. Pada kegiatan pertama PPMN, beliau berkenan membuka kegiatan secara resmi. Kegiatan  akan diikuti oleh seluruh pengurus wilayah dan daerah selama bulan Ramadhan. Selain membuka kegiatan, beliau didaulat untuk menyampaikan kata sambutan. Inti sambutan beliau adalah beliau menaruh harapan besar kepada Ketua Wilayah dan Ketua Daerah untuk  PPMN. Kegiatan-kegiatan atau pelatihan ini akan disatukan menjadi satu sehingga membentuk logo PPMN menjelajah dunia. Menjelajah dunia bukan wacana

"Peserta akan mendapatkan 2 sertifikat berdurasi 32 jam. Ini mengacu pada PermenpanRB Nomor 16  tahun 2009. Pelatihan ini harus diikuti secata utuh tanpa absen tanpa keterangan sebagai syarat mengikuti pelatihan berikutnya. Pelatihan akan dikawal oleh google Indonesia. PPMN ingin mengukur komitmen pengurus wilayah dan daerah. Bagaimana pengurus akan mengenalkan PPMN ke wilayah atau daerah jika pengurus sendiri tidak mengetahui apa yang ada dalam PPMN. Pengurus menjadi tauladan di daerah/wilayah. Pengurus juga harus mampu menjadi narasumber. Komitmen diperlukan untuk keberlangsungan PPMN karena perkumpulan ini dibentuk bukan untuk satu tahun atau dua tahun. (5 tahun ke depan),bahkan ada regenerai pengurus." ungkap ibu Ketua Umum. 

Ibu Efi, menyampaikan materi dengan menarik. Materinya sesuai dengan riil yang dialami oleh banyak orang. Jangan pernah menganggap diri lemah, bukan berarti kita sombong. 

Public speaking  adalah sebuah aksi tindakan atau ketrampilan berbicara pada sekelompok besar orang. Sedehananya adalah keterampilan berbicara di depan umum.


Permasalahan atau kendala dalam public speaking; pertama, melupakan potensi diri; kedua, meredupnya kepercayaan diri; ketiga, tidak menguasai materi dan keempat, tidak menguasi khalayak. 

Gejala takut atau tidak
percaya diri dalam publick speaking seperti; detak jantung semakin cepat, lutut gemetar, suara bergetar, hiperventilasi (bernapas abormal), mata berair, kejang perut dan gelombang hawa napas. 

Cara mengatasi rasa takut berbicara di depan umum; pertama, kuasai benar topik yang akan disampaikan; kedua, kenali siapa pendengarnya; ketiga, sebelum mulai tatap mata dan sapa pendengar; keempat, pandai-pandai menggunakan bahasa dan tutur kata; kelima, jangan merendahkan diri sendiri; keenam, hindari pembicaraan berbau sara; ketujuk, jangan membuat  humor berbau sex; kedelapan, jangan menyudutkan  seseorang dalam pembicaraan anda.

Semoga bermanfaat

PPMN menjelajah dunia bukan wacana.


Lombok Barat, 5 April 2022

Kegiatan Akhir Tahun di SDN 1 Dasan Tereng

Beragam kegiatan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan untuk mengakhiri masa pembelajaran setiap tahunnya. Kegiatan ini sepertinya merupa...