Thursday, January 20, 2022

Catatan Awal Sekolah Penggerak SDN 1 Dasan Tereng (Sdensa Santer Apik) (1)

 Oleh Nuraini Ahwan

Selamat berjumpa teman-teman hebat,

Lama tidak menyapa teman-teman melalui blog. 

Sekarang mari kita memulai saling menyapa agar lebih akrab..

Mari kita merekam  setiap jejak langkah kita dalam program sekolah penggerak ini. Kita membuat rekaman jejak langkah dalam bentuk  catatan  harian tentag  perjalanan kita pada program ini.

Tulisan sederhana ini tentu masih banyak kekurangannya, akan lebih lengkap jika teman-teman hebat membaca dan berkenan memberikan masukan atau saran untuk perbaikan.  Ini adalah bagian kecil dari pengalaman sejak memulai pendaftaran sampai kepada pengumuman hasil seleksi tahap 2 program sekolah penggerak .

Keinginan berbuat lebih banyak dan lebih baik untuk anak bangsa. Inilah yang mengawali niat mendaftarkan diri sebagai calon peserta program sekolah penggerak (PSP) angkatan 2 tahun 2021. Pendaftaran PSP dimulai bulan September 2021. Informasi ini disampaikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok  kepada kami yang bertugas di Kabupaten Lombok Barat. Melalui  Bapak Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Bapak H. Suja'i, S.Pd., M.Pd informasi ini secara gencar  dan terus menerus disampaikan melalui surat  dan media sosial whatsaap grup Info GTK Lobar.

Bagaimana tanggapan atau respon kepala sekolah terhadap informasi ini? Progres pendaftar bagaimana?

Untuk mengetahui progres pendaftar dari waktu ke waktu maka pihak dinas menyampaikan melalui grup sehingga semua pihak atau kepala sekolah di lingkup dinas Dikbud mengetahui siapa yang sudah mendaftar dan siapa yang belum mendaftar. Saat itu, tanggal 19 September 2021, jumlah pendaftar di Lombok Barat baru 9 orang. Informasi ini disampaikan oleh Bapak Kabid GTK berdasarkan informasi yang diperoleh dari  pusat. Jumlahnya sangat jauh dari kuota  untuk Lombok Barat. 

Hal ini menyebabkan Dinas Dikbud bekerja sama dengan LPMP NTB berupaya memberikan sosialisasi secara terus menerus kepada kepala sekolah  agar segera mendaftarkan diri.

Dari hasil ngopi (ngobrol pintar)  dengan beberapa kepala sekolah, mengapa mereka belum mendaftar? Banyak jawaban yang saya peroleh. Jawaban itu antara lain belum mengetahui sepenuhnya tentang sekolah penggerak, jawaban esainya panjang-panjang. Belum terbiasa menulis untuk merangkai jawaban yang membutuhkan banyak kata dalam menjawab soal esai. Ada juga yang menjawab belum mahir teknologi atau berselancar di keyboard lattop.

Lalu bagaimana dengan perjalanan selama pendaftaran sampai pada pengumuman hasil akhir proses ini? 

Mendaftarkan diri sebagai calon sekolah penggerak memang membutuhkan kesabaran. Banyak kendala yang dihadapi terutama bagi yang tidak pernah membuka  akun SIM PKB. Hal ini akan membutuhkan bantuan operator dan pihak dinas untuk mengaktifkan akun mereka, mengetahui akun dan bahkan paswordnya. Bagi yang sering membuka akun mereka, maka tidak sulit untuk mendaftar. Ada pelajaran yang diperoleh dari kejadian atau kesulitan yang ditemukan pada tahap ini. Beruntung  ada perpanjangan waktu pendaftaran PSP sampai 10 Oktober 2021

Ketika berhasil masuk ke sekolah penggerak, muncul beberapa informasi yang merupakan langkah dari pendaftaran sebagai sekolah penggerak. Kalimat," Hai........Selamat anda sudah terdaftar sebagai calon kepala sekolah  penggerak."  Ada rasa lega ketika sudah berhasil masuk pada tahapan ini. Berlanjut kepada bergabung pada grup whatsaap PSP Lombok Barat untuk memudahkan informasi selanjutnya. 

Tahapan pada proses seleksi tentu diikuti oleh semua calon kepala sekolah penggerak dengan beragam cerita (lancar atau tidak lancar). Mulai dari seleksi tahap 1 yang terdiri dari pengisian biodata/curiculum vitae (CV) dan menjawab soal esai. Tahapan ini membutuhkan kesabaran dan semangat tinggi untuk menyelesaikannya. Yang dirasakan sulit menurut sebagian peserta adalah pada bagian esai. Soal hanya beberapa butir tapi anak soal yang banyak. Saya menyebut anak soal agar sedikit terlepas dari mengingat saat menjawab soal. Kata yang dibutuhkan dalam jawaban juga ada ketentuannya. Sedikit dirasakan berat ketika peserta tidak terbiasa menulis. Ini adalah seleksi pada tahap 1. 

Menunggu pengumuman tahap 1 seperti menunggu sang kekasih yang akan datang. Menghitung hari seperti  kalimat dalam lagunya Krisdayanti. Begitulah perasaan saat itu. Menunggu informasi melalui sekolah penggerak dan juga dari grup adalah jalan terbaik untuk kepastian hasil.

Begitu pengumuman tahap 1 sudah tiba, satu demi satu nama saya teliti. Sampai tiba pada sebuah nama dan  nama sekolah serta kabupaten. Tertera nama saya di antara deretan nama teman-teman yang lain. Alhamdulillah bisa sampai tahap ini. Rupanya perjuangan belum berakhir, Mempersiapkan diri untuk tahap selanjutnya yakni tahap 2. Simulasi mengajar dan wawancara. Terpampang jadwal simulasi dan wawancara.  Membaca jadwal ternyata sangat dekat rentang waktu dari pengumuman kelulusan tahap1. Tanggal 8 Nopember 2021. Tenggat waktu  7 hari sejak pengumuman kelulusan tahap 1.

Pengumuman kelulusan calon kepala sekolah penggerak angkatan II tanggal 2 Nopember 2021. Pengumuman ini berdasarkan  surat Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nomor  5719/B2/GT.03.15/2021 tentang Pengumuman Hasil Seleksi Tahap Ke-1 Calon Kepala Sekolah Penggerak Angkatan II. Sejumlah 13.019 kepala sekolah calon pelaksana program sekolah penggerakdari 250 kabupaten/Kota dan 34 provinsi dinyatakan lolos ke tahap 2. Pelaskanaan seleksi tahap 2 dimulai tanggal 5 Nopember sampai 27 Nopember  2021 secara daring.

Dalam surat resmi itu, dinformasikan pula bahwa jadwal seleksi tahap 2 akan disampaikan melalui email dan aplikasi seleksi sekolah penggerak. Seluruh peserta yang dinyatakan lolos ke tahap 2 diundang juga untuk mengikuti webinar tanggal 5 Nopember 2021. 

Tentu, semua peserta punya cerita masing-masing sebelum, pada saat bahkan setelah pelaksanaan simulasi mengajar dan wawancara. Simulai mengajar yang dilaksanakan hanya dalam waktu  sepuluh menit. Ini tentu masing-masing peserta punya teknik dan gaya sendiri dalam mengajar. Bagaimana memanfaatkan waktu untuk bisa melaksanakan semua langkah pembelajaran. Menarik dan penuh tantangan.  Saya yakin, semua peserta punya cerita dan kenangan tak terlupakan tentang momemt penting ini. Demikian pula dengan wawancara terkait dengan pembelajaran dan jawaban esai.

Kembali, menunggu hasil tahap 2 laksana menunggu sang kekasih. Jika tahap1 laksana menunggu kelalsih datang, kini tahap 2 laksana menunggu kekasih akan melamar.  Lama rasanya sejak Nopember 2021 hingga Januari 2022. Pengumuman semula diinformasikan tanggal 11-12 Januari 2022 diundur menjadi tanggal 17 Januari. Informasi valid dari program sekolah penggerak  bahwa pengumuman diundur menjadi tanggal 20 Januari 2022. 

Sehari sebelum tanggal 20 Januari 2022, pengumuman sudah memenuhi whatsaap grup. Baik  whatsap grup yang dibentuk oleh dinas maupun oleh teman seprofesi. Ucapan selamat berdatangan dari para sahabat, teman sejawat juga pengawas. Saling memberikan ucapan selamat juga kepada sesama teman yang lulus.  Direktur Jenderal Pendidikan  Anak usian  Dini, Pendidikan Dasar, Dan Pendidikan Menengah mengelurkan keputusan Nomor: 0301/C/HK.00/2022 tentang Penetapan Satuan Pendidikan Pelaksana Program Sekolah Penggerak Angkatan II. Alhamdulillah nama SDN 1 Dasan Tereng ada pada nomor 2108 pada lampiran  keputusan ini.

Selanjutnya, ketika membuka akun SIM PKB atau masuk ke sekolah penggerak tanggal 20 Januari 2022, muncul tulisan "Pengumuman".  

Peserta yang sudah mengikuti seleksi tahap 2 akan mengertahui hasilnya setelah membuka akun SIM PKB nya. Sebanyak 6.779  Satuan Pendidikan Pelaksana Program Sekolah Penggerak Angkatan Kedua. SK Pengumuman dapat diunduh pada http://ringkas.kemdikbud.go.id/SKPSPAngkatanII. 

Alhamdulillah ada nama;

Lombok Barat, 20 Januari 2022
(PSP Angkatan II)



 

Thursday, August 12, 2021

Kesalahan Bukan karena Kesengajaan

Oleh Nuraini Ahwan.

 

Kesalahan dan salah adalah dua buah kata yang sering kita dengar bukan? Adakah salah dan kesalahan yang sengaja kita perbuat? Tentu ini hanya diri sendiri yang bisa menjawabnya.

Lalu adakah kesalahan yang tidak sengaja dilakukan? Pertanyaan ini juga tentu bisa dijawab oleh masing-masing orang atau diri kita sendiri. Salah dan kesalahan jika sengaja dilakukan maka perlu dipertanyakan mengapa bisa melakukan dengan sengaja hal yang sudah diketahui bahwa itu hal yang salah.

Bagaimana jika kesalahan tidak sengaja dilakukan. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Kalau kesalahan yang tidak sengaja dilakukan, cendrung seseorang mengungkapkannya atau memberikan permakluman kepada siapa yang memberikan kegiatan, tugas atau pekerjaaan kepadanya. Bisa jadi seseorang akan mengatakan,”Maaf jika ada kesalahan. Kesalahan ini tak sengaja saya lakukan. Kesalahan semata-mata karena ketidakpahaman saya terhadap tugas ini.”

Paling tidak, kalimat itulah yang terlontar dari seseorang yang melakukan kesalahan dengan tidak sengaja.

Sebut saja ketika seseorang disuguhkan pada pekerjaan pengisian data yang bersentuhan langsung dengan teknologi informasi semisal aplikasi. Berikut penyebab kesalahan yang tidak sengaja dilakukan.

Pertama, seseorang tidak mengakrabkan diri dengan dunia teknologi informasi seperti penggunaan latop dalam tugas sehari-hari. Tulisan dengan judul, "bersahabat dengan Si TI"  pernah saya tulis dalam blog https://nurainiahwan.blogspot.com beberapa waktu yang lalu.  Saat itu,  saya melihat batapa ketar-ketir, kalang kabut dan gelisah hati  karena tak bisa menyelesaikan pekerjaan dengan aplikasi.  Dalam tulisan itu, saya mengupas beberapa  kesulitan yang dialami oleh seseorang yang kurang bahkan tidak bersahabat dengan TI, dengan kata lain tidak sering menggunakan TI. Secara bertubi-tubi kesulitan dialami. Mulai dari masuk ke aplikasi sim peg, pengisian e kinerja, my sapk bkn maupun penggunaan aplikasi lainnya. Terlebih lagi ketika pandemi covid 19 menghadapkan guru pada suatu keharusan bukan pilihan yakni pembelajaran daring atau dalam jaringan atau online.  Guru harus mampu merancang pembelajaran daring yang tidak garing.  

Mengakrabkan diri atau bersahabat dengan TI sesungguhnya  akan membiasakan diri dengan bahasa TI atau istilah-istilah yang ada di dalamnya termasuk bahasa internet. Ini akan memperkecil kesalahan ketika seseorang dihadapkan pada sebuah aplikasi dan tidak membebani orang lain untuk mengerjakan pekerjaan yang seharusnya dikerjakan sendiri.

Kedua, seseorang tidak membaca panduan. Ini akan  turut menjadi penyebab awal terjadinya kesalahan yang tak disengaja dalam pengisian data maupun pekerjaan lainnya. Apalagi jika seseorang memiliki daya baca rendah sedangkan minat bacanya tinggi. Maka panduan atau buku yang rada-rada tebal akan di skip. Bertanya pada orang lain melalui chat dalam. Whatsapp grup lebih banyak dilakukan dari pada membaca panduan pengisian. Seperti pengisian my sapk bkn, panduan sudah ada, apakah sudah dibaca utuh atau belum? Kesalahan pengisisn bisa terjadi akibat belum membaca buku panduannya.

Ketiga, seseorang kurang memahami panduan. Hal ini juga  merupakan penyebab  terjadinya kesalahan pengisian data atau pekerjaan lainnya yang tidak disengaja. Panduan sudah dibaca, tapi belum memahami isi panduan atau bahkan salah menterjemahkan kemauan panduan sehingga terjadi perbedaan pemahaman terhadap panduan antara orang yang satu dengan yang lainnya sehingga terjadi perbedaan isi data untuk pertanyaan yang sama. Penyebab ini bisa saja terjadi pada pengisian my sapk bkn yang saat ini sedang dilakukan pemutakhiran data mandiri atau PDM. Perbedaan pemahaman ini, juga bisa menjadi penyebab kesalahan yang tidak disengaja. Untuk pengisian ini di pemutakhiran data mandiri, membuat cenat-cenut antara lain saat data sudah terkirim, begitu membuka kembali data kosong atau data sudah klik kirim padahal belum lengkap. Aduh.......jadi berpikir macam-macam, dah,,,,

Keempat, ketika akan masuk website atau masuk dalam sebuah aplkasi tidak jarang dihadan oleh hambatan-hambatan teknis seperti gangguan server. Apalagi jika semua orang bekerja di waktu yang sangat limit ditambah dengan buru-buru atau tergesa-gesa.  Ini akan  memberi peluang terjadinya kesalahan. Apalagi jika seseorang terbiasa bekerja diakhir waktu atau suka menghitung  hari kesempatan tersisa. Sebut saja sebagai pejuang deadline seperti istilah dalam tulisan saya pada buku yang berjudul “Menghimpun yang Terserak” Jika semua bekerja di batas akhir pengumpulan tentu saja lalu lintas akan ramai. ----kebanjiran pengunjung atau pengunjung membludak atau traffic membludak menyebabkan down pada website yang diakses-----Kembali saya sebutkan saja contohnya ketika banyak teman dalam grup menyampaikan keluhan server gangguan saat mau melakukan PDM di my sapk bkn, kemungkinan penyebab server gangguan adalah para pemburu atau pejuang deadline yang  bekerja di waktu yang bersamaan. Kesalahan bisa saja terjadi karena waktu sudah mau finish, akhirnya kerja buru-buru akhirnya terjadilah kesalahan data tanpa disengaja.

Tidak ada satu orang pun yang ingin salah mengisi data terkait dengan isian data pribadinya, apalagi terkait dengan pekerjaan termasuk PDM pada my sapk bkn. Kesalahan semata-mata karena kurang kemampuan terhadap TI, kurang atau tidak membaca panduan,   kurang paham panduan, server gangguan dan kerja terburu-buru, bukan kesalahan yang disengaja dilakukan.

Berharap kesalahan yang bukan karena kesengajaan pada pengisian my sapk bkn terkait PDM, akan ada perbaikan atau edit ke depannya nanti sehingga tidak akan merugikan pemilik data atau ASN.

Mengapa?

Kesalahannya apa?

Hanya diri masing-masing yang  bisa menjawabnya atas isian yang sudah dikirim pada SAPK ( Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian). 

Datamu adalah tanggung jawabmu!

 

Tuesday, July 27, 2021

Sosok Perempuan Berparas Cantik.

 Oleh Nuraini Ahwan

Sudah beberapa hari ini tidak menulis, konsisten dalam menulis  kadang sedikit sulit dipegang meskipun selama ini sudah berhasil digenggam. Hari ini ingin saja menulis tentang sosok perempuan cantik yang bertandang ke sekolah kami.

Seorang perempuan berparas cantik, berhijab warna fink dengan seragam lengkap tiba di sekolah kami siang ini, menjelang waktu shalat zuhur. Bertubuh tinggi dengan postur yang sangat mendukung, berpakaian seragam, celana panjang, baju lengan panjang lengkap dengan atribut institusi di mana beliau bertugas semakin menambah kecantikannya. Meskipun wajah tertutup masker, namun tak berarti kecantikannya tak terlihat.

Berseragam layaknya laki-laki,  sehingga beliau tak canggung turun dari kendaraan dinas berjenis truk bersama  rekan-rekan yang lain. Gerakan tampak sigap, gesit, turun satu persatu menuju arah sekolah kami. Dari kejauhan kami melihat beliau memimpin rombongan menuju arah ruang guru. Kami segera keluar dari ruang guru menyambut kehadiran rombongan yang turun dari kendaraan dinas.

Kami sudah hapal betul bahwa rombongan yang rupanya dipimpin oleh perempuan cantik ini adalah petugas yang sehari-hari pada masa covid  19 ini  bersinergi kurang lebih dengan Kepolisian, TNI AD,  Nakes, Dinas Perhubungan. Terlebih pada masa PPKM ini, sinerginya tampak terlihat di tempat penyekatan menuju wilayah yang menerapkan PPKM.  Rombongan yang dipimpin oleh Ibu Hajah Lina adalah dari SAT-POLPP Kabupaten  Lombok Barat.

Disiplin dan tegas, tampak dari nada bicara dan bagaimana beliau menyampaikan maksud dan tujuan beliau berkunjung ke sekolah kami. Semacam sidak begitu. 

Kaget? Tidak juga karena SAT POLPP untuk kali ini sudah kunjungan ke 2 kali ke sekolah kami. Kunjungan pertama juga di komandoi oleh Ibu cantik ini.
Saat beliau tiba di sekolah, seluruh siswa sudah pulang. Rombongan ingin mengetahui pelaksanaan edaran Kepala Dinas tentang penutupan kembali sekolah atau larangan pelaksanaan pembelajaran tatap muka secara terbatas. 

Bukan bermaksud untuk  menjadi tuan rumah yang tidak  baik, karena tidak menerima tamu di ruangan, tetapi memang mungkin seperti itu caranya jika berhadapan dengan satgas dari PolPP, cepat, segera, singkat langsung ke tujuan tanpa basa-basi. Tidak harus duduk manis di ruangan tetapi berdiri - berdiri juga sampai kepada maksud kedatangan. Pembicaraan juga sambil berdiri. Wajar jika kami mohon maaf jika ada tata cara yang salah. Dari ucapan karena kegugupan didatangi secara tiba-tiba. Belum menyiapkan jawaban dengan kalimat yang tertata rapi dan jelas. 

Sempat terjadi perbedaan penafsiran antara sekolah dengan beliau terkait edaran itu. Pihak sekolah telah mengetahui, membaca dan hendak mempedomani edaran dari Dinas Dikbud kabupaten, namun seiring dengan edaran itu, ada informasi bahwa sebelas sekolah yang telah mendapat izin PTM sebelumnya dari Bapak Bupati, boleh melanjutkan PTM terbatas. Ini yang menjadi sebuah pertanyaan antara edaran, larangan, dan izin terdahulu. 

Melihat perkembangan kasus penyebaran covid 19 dan demi keselamatan peserta didik dan pendidik, maka kami berdiskusi dengan seluruh jajaran pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah tentang pembelajaran tatap muka terbatas maka kami bisa mengambil keputusan .

Setelah melalui diskusi bersama teman-teman selepas kedatangan PolPP, demi keselamatan bersama, maka kami sepakat untuk mengubah pola pembelajaran menjadi pola Belajar Dari Rumah atau BDR.

Semoga BDR salah satu upaya mmebuat pemdidikan anak negeri terhenti. Aamiin YRA.

 

Lombok, 28 Juli 2021

Thursday, July 22, 2021

Cerita di Balik PPKM

 Oleh Nuraini Ahwan

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM di tempat kami berakhir tanggal 20 Juli 2021. PPKM yang dilaksanakan dihajatkan untuk mengurangi kerumunan guna mencegah meningkatnya penularan covid 19. Paham dan mengertikah semua lapisan masyarakat dengan hajat atau maksud ditetapkannya PPKM ini?  Lalu apa yang dilaksanakan pemerintah daerah untuk mendukung PPKM ini? 

Sejak diterapkannya PPKM di tempat kami, maka dilaksanakan penyekatan di beberapa tempat atau pintu masuk menuju wilayah PPKM. Setiap pelintas jalan yang akan melewati penyekatan, harus menunjukkan kartu atau sertifikat vaksin. Jika tidak maka pelintas jalan langsung di sweb di tempat.  Bisa dibayangkan,... Karena tidak semua masyarakat sudah mendapatkan vaksin, maka masyarakat banyak yang mengurungkan diri ke pusat kota,dan pusat belanja. Kebetulan, wilayah yang menerapkan PPKM adalah pusat kota. 

Menjadi pengalaman pribadi ketika melintas lokasi penyekatan. Ada gabungan personil yang bertugas di tempat penyekatan.  Ada dari unsur kepolisian, unsur TNI, SatpoPP dan Dinas Perhubungan. Juga tampak tenaga kesehatan yang bertugas di posko sweb. Terlihat di tenda sedang melakukan sweb. 

Begitu masuk pintu penyekatan, petugas sudah mengerakkan tangan, memberi aba-aba untuk saya menuju ke arahnya setelah antre panjang. Dengan keyakinan dan kepercayaan diri, saya mengarahkan motor ke arah petugas. Saya ditanya tentang vaksin.  Saya jawab, vaksin saya lengkap. Petugas lalu meminta saya menunjukan sertifikat vaksin. Namun saya gagal menunjukkan. Kartu vaksin belum di print out. Masih di handphone tetapi saat itu handphone saya batrenya mati. 

Saya sedikit bingung juga. Tetapi karena saya memang tinggal di wilayah yang menerapkan PPKM, maka petugas minta saya menunjukkan KTP. Alhamdulillah saya berhasil pulang setelah melewati lokasi penyekatan. 

Sedikit repot, melewati tempat penyekatan setiap hari karena bertugas di luar wilayah PPKM,  bisa jadi menjalani pemeriksaan kartu vaksin sampai tiga kali apalagi jika ada barang yang tertinggal di rumah, maka akan menjalani beberapa kali pemeriksaan. 

Mau menggerutu kepada petugas? Tentu tidak karena petugas hanya menjalankan tugas. Mau menggerutu kepada pemerintah? Tentu juga tidak, karena pemerintah ingin menjaga keselamatan warganya. 

Merasa prihatin pada pedangang yang yang menjajakan dagangan pada malam hari? Tentu saja ya, bagaimana mereka akan berjualan jika buka jam lima dan harus tutup jam 20.00 atau jam 20.30.  Akhirnya mereka libur jualan seperti tetangga saya. 

Mendengar beberapa warga masayarakat melakukan protes sepihak dengan mengomel sendiri, protes pada petugas? Ya, tentu. Tetapi saya hanya bisa memberikan pengertian bahwa pemerintah bermaksud baik dan petugas hanya menjalankan tugas. 

Bagaimana saya tidak memberikan pengertian pada mereka? Salah satu petugas di tempat penyekatan adalah anak sendiri. Saya yang melintas di tempat penyekatan pernah di periksa kelengkapan vaksin oleh anak sendiri.... 

Seru....menjadi pengalaman,..diperiksa anak sendiri yang berdinas di kepolisian. 

Lombok, 20 Juli 2021.



Wednesday, July 21, 2021

Salah Alamat

 Oleh Nuraini Ahwan

Salah alamat.. ... Pernahkah pembaca mendengar kalimat itu? Mungkin saja pernah bahkan mungkin di antara kita pernah salah alamat. Salah alamat bisa disebabkan karena kurang informasi, tidak membaca teliti alamat yang dikirim seseorang atau mungkin juga salah alamat karena tidak mengetahui alamat terbaru. Bahasa sekarang tidak update alamat. 

Ya..., "salah alamat"  baru-baru ini menyasar kepada orang tua calon peserta didik baru di sekolah kami. Penyebabnya adalah tidak bertanya kepada sekolah atau lebih tepatnya kepada panitia penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun pelajaran 2021/2022 beberapa minggu yang lalu.  

Sekolah mengetahui beberapa orang tua dari satu dusun sumber murid salah alamat ketika akan dilaksankan rapat wali murid bersamaan dengan daftar ulang peserta didik yang diterima.

Malam-malam, guru yang berasal dari dusun tersebut menelpon saya, menginformasikan bahwa calon peserta didik dari dusunnya belum ada yang terdaftar. Ini mereka tahu dari pengumuman yang di tempel di papan pengumuman sekolah dan dari whatsapp grup orang tua calon peserta didik baru. Tentu saja mereka  panik dan bingung. Bisa dibayangkan seandainya terjadi pada diri kita. Anak lain seusia anak kita sudah  diterima di suatu sekolah, sementara anak kita daftar saja belum. Mereka pun menelpon saya. Krang kring bunyi handphone saya malam itu. 

Mengapa tidak terdaftar? Usut punya usut, ternyata mereka salah alamat. Salah link yang di gunakan untuk mendaftar. Mereka menggunakan link pendaftaran tahun lalu. Sehingga putra-putri mereka tidak terekam  dalam rekaf data calon peserta didik tahun ini. 

Sekolah kami, SDN 1 Dasan Tereng, sudah 2 tahun melaksanakan PPDB secara online. Terhitung sejak pandemi covid 19 tahun 2020 lalu. 

Langkah yang kami lakukan adalah. 

  • Sekolah membentuk panitia PPDB
  • Panitia PPDB membuat form pendaftaran menggunakan aplikasi google formulir 
  • Sekolah membuat surat kepada Kepala Dusun sumber murid, penghulu, dan marbot masjid  dan Banjar tentang PPDB dengan menyertakan link pendaftaran pada surat tersebut. Sekolah meminta surat ini disampaikan ke warga di dusun yang menjadi wilayah kepada dusun, Penghulu dan marbot masjid dan Banjar. 
  • Orang tua yang sudah mendaftar menggunakan link pendaftaran , langsung diminta bergabung dengan grup whatsapp calon peserta didik baru yang dibuat oleh panitia PPDB
  • Semua informasi terkait PPDB disampaikan sekolah melalui whatsaap grup yang sudah dibentuk. 
Tidak satu pun orang tua yang salah alamat masuk dalam grup. Ini artinya mereka tidak dapat informasi apa-apa. Bingunglah mereka ketika melihat orang tua hadir di sekolah ketika daftar ulang. 

Mereka salah alamat karena tidak bertanya... 
Sekolah punya solusi
Menjadi pembelajaran untuk, "Bertanya pada orang yang sudah kembali. "
 
Lombok, 21 Juli 2021


Wednesday, July 7, 2021

Bersahabat dengan Si TI

 Oleh Nuraini Ahwan

Tulisan ini berawal dari pengalaman pribadi dan lebih kepada apa yang dilihat oleh penulis ketika orang-orang di sekelilingnya berhadapan dengan dunia teknologi informasi. Judul tulisan pun muncul dari pendapat seorang sahabat ketika mengutip salah satu kalimat bercetak tebal dalam chating whatsapp penulis kepadanya. Kalimat itu juga lebih kepada apa yang dirasakan penulis ketika dihadapkan pada sebuah aplikasi. Karena kegagalannya dalam menggunakan aplikasi itu membuat munculnya kalimat bercetak tebal itu. 

Berikut kalimat yang mengungkapkan kebingungan dan kepanikannya ketika melihat sebagian teman-teman sudah bisa masuk atau login dalam aplikasi tersebut, "Akibat tidak bersahabat dengan si TI."

Seorang sahabat yang kesehariannya bergelut dalam bidang aplikasi ini sepertinya tak ingin pengalaman sulit lebih ditonjolkan dari semakin bertubi-tubinya aplikasi yang disuguhkan kepada guru atau ASN. Khawatir justru akan menjadi sesuatu yang menakutkan. Maka ia dengan sopan memberikan krisan agar kalimat bercetak tebal itu akan menjadi indah seandainya bisa diubah menjadi "Bersahabat dengan si TI. "

Mari kita menengok kembali pada bulan Maret 2020, ketika pandemi covid 19 menghampiri negara kita. Ketar-ketir, kalang kabut, kaget, panik dan perasaan serupa lainnya pernah menghinggapi sebagian guru. Bagaimana tidak, corona virus disease 19 mengubah pola pembelajaran dari tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh. Belajar dari rumah dengan teknik online atau dalam jaringan, luar jaringan (luring) atau ofline bahkan kombinasi antara online dan ofline.

Kata pernah dalam tulisan ini diperuntukkan bagi pembaca yang mungkin pada  awalnya merasa ketar-ketir, kaget dan kalang kabut dengan perubahan pola pembelajaran di masa pandemi. Semula nyaman dengan pola pembelajaran tatap muka, lalu secara mendadak tanpa persiapan, berubah menjadi pembelajaran jarak jauh dengan pola online. Tetapi mungkin pada saat ini, perasaan itu tidak ada lagi karena pembaca sudah mulai bersahabat dengan pembelajaran online. Itulah perlunya di masa sekarang ini, bersahabat dengan si TI. Bahkann tidak hanya guru, segenap ASN sangat perlu membangun persahabatan dengan si TI. Dalam beberapa tulisan pada https://nurainiahwan.blogspot.com, pernah ditulis bahwa betapa pentingnya kita mengakrabkan diri dengan si TI. 

Mengapa perlu bersahabat dan mengakrabkan diri dengan si TI? Ini terkait dengan situasi sekarang yang semua serba cepat, serba online dan serba aplikasi.  Oleh karenanya bersahabat dengan si TI adalah solusinya. 

Bersahabat atau mengakrabkan diri dengan si TI artinya kita mau terus belajar, mengasah diri dalam menggunakan  teknologi. Melepas diri menjadi penyandang gelar buta teknolgoi, tetapi berusaha menjadi melek teknologi.  Melepas segala alasan seperti tidak belajar teknologi karena usia sudah lolita alias lolos lima puluh tahun atau sakit mata jika di depan latop dan lain sebainya.

TI atau teknologi informasi merupakan istilah umum untuk teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membauat, mengubah, menyimpan, mengkomunikasikan dan/atau menyebarkan  informasi (Wikipedia). TI menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara dan video. TI bukan hanya komputer pribadi, tetapi juga telepon, TV, peralatan rumah tangga elektornik, dan pernati genggam modem misalnya ponsel. TI generasi berikutnya adalah teknologi web dll. 

Pemandangan  tampak di depan mata bahwa seorang guru dihadapkan pada kenyataan bahwa teknologi  sangat memegang peranan penting dalam pembelajaran. Entah untuk membuat pelajaran menjadi menarik, menambah wawasan guru, ajang saling berbagi maupun ajang mengeksplor diri tentang pembelajaran  bahkan TI bermafaat untuk diri guru itu sendiri.

Saat ini tidak  hanya guru yang dituntut oleh  kemajuan zaman untuk bersahabat atau mengakrabkan diri dengan si TI tetapi semua ASN  berada pada tutuntan yang sama. Mari kita ambil contoh  beberapa aplikasi yang disuguhkan kepada guru untuk diselesaikan. Semua bersentuhan dengan teknologi. Sebut saja mulai dari Sim PKB, aplikasi e-raport, e kinerja, simpeg dan My SAPK BKN. Belum rampung satu aplikasi sudah datang aplikasi yang lain. Kalau ini tidak disikapi dengan cepat dan jika hanya berdiam diri, tidak segera belajar bersahabat dengan TI maka dunia akan meninggalkan kita.

Pemandangan tampak nyata, betapa kebingungan, panik dan resah ketika tidak bisa meyelesaikan pekerjaan pada sebuah aplikasi. Misalnya di aplikasi My SAPK BKN tidak bisa login, maka bisa berjam-jam berada di depan latop atau pencet-pencet layar handphone. Jika ditambah lagi dengan ada pemberitahuan batas akhir seorang ASN harus login, maka kembali ketar-ketir itu muncul. Bertanya sana sini, meminta bantuan teman kiri-kanan dan segala upaya dilakukan. 

Mengambil hikmah dari pengalaman ini, maka mari bersama mengubah pola kerja kita. Jika selama ini berada pada posisi nyaman menyerahkan tugas kepada orang lain atau operator, saatnya berusaha keluar dari zona nyaman itu dengan belajar mengakrabkan diri dengan teknologi informasi. Mari bersahabat dengan si TI. In Syaa Allah jika kita mencintai si TI maka si TI pun akan mencintai kita.

Bersahabat, apalagi bersahabat baik tentu manfaat dan kemudahan yang didapat.  Oleh karena itu peliharalah persahabatan dengan si TI agar manfaat baik dan kemudahanlah yang diperoleh.

Semua serba cepat jika bersama si TI, dunia terasa hangat jika bersama si TI dan tidak ada penghalang jika bersahabat dengan si TI. 

Ditulis untuk muhasabah diri. 

Lombok, 6 Juli 2021



 

 

Tuesday, July 6, 2021

Penerimaan Peserta Didik Baru Secara Online

 Oleh Nuraini Ahwan

Tidak terasa, dalam hitungan dua kali kenaikan kelas dilaksnakan di masa pandemi covid 19. Kenaikan kelas seperti tak meninggalkan kesan indah pada diri siswa. Kehadiran siswa ke sekolah untuk menerima raport tidak nampak keakraban di antara mereka. Datang, ambil, lalu pulang. Tidak ada saling peluk, salam dan semacamnya untuk mengucapkan selamat kepada teman-temannya. Nyaris seperti orang asing. Yang ada hanya senyum simpul sambil berlalu begitu saja. 

Lalu bagimana dengan penerimaan peserta didik baru? 

Masuk hitungan tahun kedua, penerimaan peserta didik baru di laksanakan secara online. Mengapa masuk hitungan kedua? Tahun pelajaran 2020/2021 penerimaan dilaksanakan secara online. Tahun pelajaran 2021/2022 juga dilaksanakan secara online.  Ya,...sekolah kami di pedesaan. Keadaan yang memaksa mereka mengikuti pendaftaran secara online ini.  Jika keberadaan sekolah di kota atau pada jenjang sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas, penerimaan cara online ini merupakan hal yang biasa, tetapi tidak dengan sekolah kami yang  berada di pedesaan dan pada jenjang sekolah dasar.  Jadi, jangan heran, mengapa dikatakan memaksa mereka dalam  tulisan ini. 

Sekolah kami berada di pedesaan, dengan latar belakang pendidikan orang tua sebagian besar tamatan sekolah dasar, dengan ekonomi tergolong rata-rata menengah ke bawah. Dengan ekonomi yang demikian, apakah tidak terkendala dengan kepemilikan handphone android dan dana untuk membeli kuota internet? Mengapa sekolah berani melaksanakan penerimaan peserta didik baru secara online?  Apakah sekolah yakin, orang tua calon  siswa  mampu menggunakan atau mendaftar melalui link yang dibagikan sekolah yakni https://bit.ly/PenerimaanPesertaDidikBaruSDN1DasanTereng. Pertanyaan-pertanyaan atau kemungkinan-kemungkinan itu sudah diprediksi akan muncul dan sekolah sudah mengantisipasi dengan solusi yang dipandang tepat.

Intinya, mengapa sekolah berani menerapkan penerimaan  peserta didik baru (PPDB) secara online? 

Berikut tujuan, pertimbangan, kekuatanm tatangan dan solusi yang mendasari pelaksanaan PPDB secara online di sekolah kami, SDN 1 Dasan Tereng.

Pertama, pemerintah mengeluarkan edaran atau berbagai aturan terkait pandemi covid 19. Aturan penggunaan masker, cuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, Ini yang mendasari pelaksanaan  PPDB secara online

Kedua. pelaksanaan PPDB secara online ini bertujuan memberikan pembelajaran kepada calon orang tua siswa terhadap pentingnya teknologi informasi. Saat ini tidak hanya siswa dan guru yang harus melek IT tetapi orang tua juga harus peka dan melek IT. Dua tahun pandemi covid 19, mengubah pola pembelajaran dari tatap muka menjadi belajar dari rumah merupakan waktu yang cukup untuk menyadari bahwa teknologi itu sangat penting. Di samping itu, dua tahun pula orang tua siswa mendampingi putra-putrinya belajar dari rumah secara online. Jadi dari pengalaman ini, orang tua siswa bisa berkaca bahwa ke depan orang tua juga harus melek IT. Jika tidak maka pada saatnya nanti orang tua hanya sebagai penonton yang tidak besa berbuat untuk putra-putrinya,  Keadaan mengharuskan semua belajar. Guru, orang tua dan siswa harus belajar dengan pola yang mengikuti perkembangan atau kemajuan yang tak dapat terelakkan.  

Ketiga, pertimbangan berikutnya adalah antusias dari orang tua yang sudah mengetahui bahwa penerimaan peserta didik baru tahun lalu juga dilaksanakan secara online. Ini adalah salah satu indikator bahwa orang tua peserta didik  semakin menyadari arti penting dunia teknologi informasi, dunia maya, penggunaan jaringan internet dalam pendampingan putra-putrinya.  Antusiasme semacam ini mejadi kekuatan pelaksanaan PPDB Online. 

Bagaimana mengirim link pedaftaran kepada masyarakat?

Link pendaftaran tertera dalam surat dikirim ke kepala dusun, marbot masjid  dan poster yang ditempel di tempat-tempat umum seperti pos ronda da posyandu di sekitar sumber pesertadidik. Link juga dishare di grup whatsaap wali siswa setiap kelas untuk disampaikan kepada tetangga yang kebetulan tidak memiliki hadphoe android. 

Bagaimana pendaftar mengetahui putra atau putri mereka sudah terdaftar? 

Dalam link pendaftaran, setiap pendaftar diminta untuk bergabung dengan whatsaap grup calon peserta didik baru melalui tautan yang disiapkan di akhir pendaftaran. Jadi semua informasi dari sekolah, pertanyaan calon dan siapa saja yang sudah terdaftar dapat diperoleh dari whatsaap grup. Sekolah mengirim nama-nama pendaftar dan orang tua dipersilahkan untuk mengecek putra-putrinya sudah ada  dalam daftar atau belum. 

Bagaimana jika ada anak usia sekolah belum terdaftar karena orang tuanya tidak memiliki handphone android?

Inilah yang menjadi kekuatan sekolah kami. Memiliki karakter gotong royong, kerjasama dan berbagi. Karakter ini sepertinya menjadi budaya,  sudah melewati tahapan transformasi nilai dan tahapan transaksi nilai. Kini sudah  berada pada traninternalisasi nilai yang sudah dilakukan dengan sikap mental dan kepribadian. Pandemi tahun pertama merupakan ajang menempa rasa atau karakter melalui penerapan multilevel tanpa laba. Berbagi  dengan meminjamkan handphone untuk temannya yang kurang beruntung karena itidak memiliki handpnone android. Pola ini menjadi penanaman kebiasaan baik dan berlanjut pada saat pelaksaanaan PPDB online tahun pelajaran 2021-2022 ini. 

Menugaskan guru taman kanak-kanak di masing-masing dusun yang berada di sekitar sekolah sebagai admin whatsaap grup calon peserta didik untuk membantu pendaftaran. Menambah admin grup di beberapa posko dengan memberdayakan  guru yang rumahnya berasal dari sekitar sekolah. Menugaskan panitia melacak atau memastikan semua anak usia sekolah sudah terdaftar. 

(Guru TK, Admin

Pedaftaran secara online ini merupakan tantangan bagi sekolah desa seperti kami. Berada di sebuah desa yakni desa Dasan Tereng kecamatan Narmada kabupaten Lombok Barat, 

Adakah tatangan PPDB online? 

Pasti ada, harus banyak bersabar. Meyiapkan  banyak waktu untuk melayani pertanyaan melalui whatsaap grup maupun whatsaap pribadi. Pasca pendaftaran, ditemukan umur siswa yang tidak sesuai. Ternyata, ada anak usia  SMP masuk dalam pendaftaran karena mencoba link untuk mendaftarkan adiknya.

Harapan ke depan, orang tua semakin peduli terhadap pendidikan putra-putrinya. 

Semua adalah guru

Semua adalah guru

Saatnya banyak belajar, banyak tanya, banyak coba dan banyak karya

Lombok, 6 Juli 2021

Kegiatan Akhir Tahun di SDN 1 Dasan Tereng

Beragam kegiatan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan untuk mengakhiri masa pembelajaran setiap tahunnya. Kegiatan ini sepertinya merupa...