Monday, March 13, 2023

Buku Tidak Laku, Gunakan Strategi ini

 Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI Gelombang ke 28

Resume ke-28

Narasumber  : Akbar Zainudin

Moderator     : Sim Chung Wei

Hari,Tanggal : Senin, 13 Maret 2023

Tema : Strategi Pemasaran Buku

"Menulislah setiap hari, buktikan apa yang terjadi,"begitu kata Om Jay. "Menulislah setiap hari, biarkan tulisan akan menemukan takdirnya sendiri,"begitu kata Ibu Kanjeng, sapaan akrab dari Ibu Sri Sugiatusti, Ratu antologi dan pegiat literasi. 

Lalu bagaimana kalau kita hanya menulis saja, tidak berani mempublikasikannya, tidak menerbitkannnya dalam bentuk buku apalagi tidak mempromosikannya atau memasarkannya? Apakah buku kita akan segera menemukan takbirnya?

Atau mungkin di antara kita, sudah punya buku namun tidak memperkenalkannya kepada orang lain. Mungkin salah satu penyebab buku kita hanya mengisi rak buku di rumah saja adalah kita belum memahami cara memasarkan buku. Tidak menutup kemungkinan juga di antara kita sudah ada yang memasarkan buku, namun respon pembeli tidak sesuai dengan harapan kita. Perlu bagi kita untuk mengetahui bagaimana caranya agar buku kita bisa dengan cepat menemukan takdirnya. 

Kelas Belajar Menulis Nusantara, dengan tim solid Om Jay (TSO) menghadirkan narasumber yang akan membantu penulis memecahkan permasalahanterkait dengan pemasaran buku. Narsumber adalah seorang penulis yang sukses. Salah satu judul buku beliau yang laris manis di pasaran adalah,"Man Jadda Wajada."  Buku solo pertama yang tembus (laku)  sampai 55.000 eksamplar. Buku solo berikutnya dalam kurun waktu dari tahun 2010 sampai sekarang berjumlah 15 buah. Beliau adalah Akbar Zainudin.

Penulis buku,"Man Jadda wajada." membrading diri sebagai motivator dan penulis buku motivasi senhingga setiap orang yang mendengar nama beliau ( Akbar Zainudin) , maka orang akan mengetahui bahwa tulisan tentang motivasi. Baik motivasi belajar, motivasi hidup, motivasi bisnis, motivasi menulis dan motivasi agama.

Pembaca akan sangat beruntung jika memiliki buku karya beliau yang berjudul,"UKTUB," yang merupakan panduan menulis buku dalam 180 hari mulai dari A sampai Z. Ada 150an alamat penerbit anggota IKAPI yang bisa pemebaca dan penulis hubungi untuk penerbitan buku. 

Buku saya tentang menulis adalah UKTUB; Panduan Menulis Buku dalam 180 hari. Ini buku panduan menulis dari A sampai Z. Saya sarankan Bapak Ibu untuk memiliki buku ini, karena ada 150an alamat penerbit yang bisa dikirimi naskah, anggota IKAPI.

Mengenal lebih jauh sosok Bapak Akbar Zainudin;

Sebagai trainer, beliau  biasanya keliling ke berbagai tempat di Indonesia untuk menyebarkan semangat Man Jadda Wajada dan selama pandemi, saya melakukannya secara online. 

Bapak Akbar Zainudin mempunyai  4 hobi; mengajar, menulis, jalan-jalan, dan makan. Hal yang menyenagkan bagi beliau sebagai seorang trainer bisa menjalankan 4 hal ini secara bersamaan hingga sekarang. Salah satu impian beliau adalah bisa keliling ke 34 Provinsi se-Indonesia nyaris terwujud. i. Kurang 1 provinsi lagi, yaitu Papua, beliau mengkhatamkan impian beliau berkunjung ke seluruh provinsi di Indonesia. 

Buku terlaris kedua setelah,"Man Jadda Wajada," adalah,"Ketika Sukses Berawal dari Pesantren." Ini adalah buku motivasi khusus buat santri dan santriwati. Menjadi laris karena memang disebarkan bersama pelatihan motivasi untuk para santri dan santriwati seluruh Indonesia. 

Kalau di pesantren, materi pelatihan saya umumnya ada dua; seminar motivasi dan pelatihan menulis buku. Seminar motivasi untuk seluruh santri agar betah di pesantren, punya impian besar, lebih menghormati guru dan orang tua. 

Selain itu, buku terbaru Bapak Akbar Zainudin adalah The Power of Man Jadda Wajada. Semacam penyempurnaan dari Man Jadda Wajada seri pertama. Buku untuk guru adalah GURU HEBAT MAN JADDA WAJADA. 

Mengenal lebih jauh dengan Bapak Akbar Zaenudin melalui pemaparan beliau tentang Strategi Pemasaran Buku

Promosi adalah cara kita memberikan informasi tentang produk kepada konsumen agar mereka tertarik dan mau membeli produk kita. Promosi buku adalah cara kita mengenalkan buku yang kita miliki kepada audiens kita agar mereka tertarik dan mau membeli. 

MENGAPA PROMOSI BUKU ITU PENTING

Promosi buku itu penting karena sebagus apapun buku kita kalau konsumen atau audiens tidak mengetahui produk kita, maka mereka tidak akan tertarik, apalagi mau membeli buku kita. 

Beberapa tujuan dari promosi buku adalah:

  1. Membuat audiens mengenal (tahu) buku kita.
  2. Membangkitkan kebutuhan konsumen untuk membeli buku kita. Bagaimana caranya yang tadinya  mereka tidak butuh, tetapi setelah kita promosikan menjadi butuh. 
  3. Meyakinkan konsumen untuk membeli buku. 
  4. Mengharapkan konsumen agar mau merekomendasikan buku kita kepada orang lain.

TUJUH PROGRAM PROMOSI BUKU. 

Program promosi bisa dilakukan oleh penerbit maupun penulis. Beberapa program promosi yang bisa dilakukan. 

PERTAMA, LAUNCHING BUKU. 

  • Adalah program untuk meluncurkan buku baru. Bisa di aula, masjid, lembaga pendidikan, hotel, di mana saja. Yang mengadakan bisa penerbit maupun penulis. Yang membiayai launching buku siapa? Bisa penerbit, bisa penulis. Kita perlu meyakinkan penerbit kalau buku kita akan laku, karena itulah mereka perlu menyelenggarakan program launching buku. Kalau di Gramedia, di toko-toko buku mereka ada tempat untuk launching buku. Kita bisa memanfaatkan tempat ini. Jadi kita promosikan acaranya, tempatnya di toko buku Gramedia. Sekarang ini program launching buku semakin mudah. Dengan adanya Media Sosial, kita bisa melakukan program launching buku ini bahkan dari rumah. Bisa melalui FB, IG, ataupun Youtube. Buat saja program LAUNCHING BUKU, live di FB, IG, atau Youtube. Undang kawan-kawan kita. Ajak mereka berpartisipasi. Launching buku kalau perlu setiap bulan. Kan ngga harus sekali. Bulan ini Launching Pertama, Bulan depan Launching kedua, ketiga, dan seterusnya. Kalau setiap bulan kita launching buku kita, setahun kita sudah 12 kali launching buku. Keren, kan?

KEDUA, BEDAH BUKU. 

  • Bedah buku adalah acara diskusi untuk membedah isi buku kita. Bedah buku ini bisa secara online maupun offline. Offline artinya kita menyelenggarakan bisa bekerjasama dengan berbagai lembaga. Lembaga pendidikan, perpustakaan, majlis taklim, masjid, dan sebagainya.Pokoknya, di semua tempat dan situasi yang memungkinkan, kita tawarkan bedah buku. Berapapun yang hadir, kita selenggarakan terus menerus. Apalagi sekarang ini eranya digital. Bukan berapa orang yang hadir yang penting, tetapi direkam lalu diupload di Medsos acara kita. InsyaAllah akan semakin membuat orang mengenal kita. Sekali lagi, yang lebih mudah sekarang ini adalah bedah buku secara online. Kita undang orang-orang untuk ikut acara bedah buku bersama kita. Bisa di FB, IG, WA Grup, Zoom, dan sebagainya.

 KETIGA, SEMINAR ATAU PELATIHAN

  • Lakukan seminar ataupun workshop sesuai dengan tema buku kita. Kalau saya bukunya motivasi dan menulis. Maka saya secara berkala menyelenggarakan seminar dan diklat terkait motivasi dan menulis. Seminar atau workshop ini, pertama-tama bolehlah dilakukan gratis. Karena target kita adalah mengenalkan buku kepada para peserta. Lakukan secara kontinyu, misalnya sebulan sekali. Kalau misalnya bisa offline, laksanakan di sekolah misalnya. Kalau tidak bisa offline, lakukan secara online. Bisa via WA, Zoom, FB, IG, dan sebagainya.

KEEMPAT, MEMBANGUN KOMUNITAS

  • Komunitas yang kita bangun adalah komunitas yang kita sesuaikan dengan tema buku kita. Kalau buku kita temanya motivasi, maka kita tuliskan buku-buku tentang motivasi. Buku tentang guru, maka bangun komunitas guru. Buku tentang menulis, bangun komunitas menulis. Buku tentang Ice Breaking, bangun komunitas Ice Breaking. Buku tentang bahasa, bangun komunitas bahasa. Komunitas membuat kita lebih dekat dengan pembaca sehingga memudahkan kita untuk menawarkan mereka dalam membeli buku. Perlu membangun atau bergabung dalam banyak komunitas, ada komunitas guru, menulis, santri, remaja, bisnis, dan sebagainya. Semua komunitas itu ada bukunya. Saya share materi-materi yang ada di buku secara berkala, biasanya seminggu sekali, sehingga anggota komunitasi ini mendapatkan manfaat. Biasanya saya bentuk di WA Grup. Sesekali seminar melalui Zoom. 

KELIMA, MEMBANGUN JARINGAN RESELLER

  •  Reseller adalah orang-orang yang mau menjualkan buku kita dan mendapatkan buku dari hasil yang terjual. Kita berikan 20-30 persen komisi dari harga jual. Misalnya harga jual buku kita Rp 100.000, kita kasih 20-30%, kita berikan materi-materi yang terkait buku kita, sehingga lebih mudah bagi mereka untuk menjual.
  • Contoh:Dewa Eka Prayoga, berhasil menjual 10.000 buku hanya dalam waktu 2 minggu melalui reseller ini. Tentu resellernya saja puluhan ribu, berbagai produk. Kalau kita sudah punya jaringan reseller, akan memudahkan kita menjual buku. 

KEENAM: JUALAN DI MARKETPLACE.

  • Buka toko di marketplace (Lazada, Shopee, Bukalapak, Tokopedia, dan sebagainya). Membuka toko di marketplace akan meluaskan promosi dan distribusi kita.  Yang penting keberadaan kita dan buku kita ada. Itulah pentingnya ada di marketplace. Jadi kalau ada orang mencari judul buku kita, bisa ditemukan.

KETUJUH, MEMANFAATKAN SOSIAL MEDIA.

  • Media sosial (Medsos) untuk promosi buku. Manfaatkan sebaik-baiknya followers dan subscriber dengan memberikan informasi tentang buku. Setiap hari, kita buat status terkait tema buku yang kita tulis, sehingga orang semakin paham dengan buku yang kita tulis. Dan jangan setiap hari isinya jualan. Lebih banyak sharing-sharing, baru selling. Lebih banyak memberikan pengetahuan kepada para pembaca sehingga mereka merasa ada manfaat menjadi followers kita. Sharing-sharing apa saja, kalau perlu sesuai dengan kebutuhan mereka. Sehingga setiap hari, semakin lama akan semakin ada ikatan dengan pembaca. Kalau sudah begitu, akan memudahkan kita dalam proses memengaruhi pikiran orang dalam membeli buku. Jadi, pada dasarnya kita ini memengaruhi orang agar mereka mau menjadikan buku sebagai kebutuhan utama. Dan memang, membaca akan banyak membuka wawasan, pengetahuan, dan pilihan dalam mengambil keputusan. Dengan bersama-sama membangun kebutuhan akan membaca, maka akan memudahkan kita dalam proses menjual buku.
Berikut video tentang strategi pemasaran buku dari Bapak Akbar Zainudin.


Banyak strategi pemasaran buku, yang penting kita kreatif.

Sebagai seorang penulis, kita kalau bisa memiliki beberapa keterampilan yang akan membantu proses penjualan buku. 

  • Pertama, keterampilan berbicara yang baik di depan umum (public speaking). Agar pada saat kita ada acara ataupun rekaman di Medsos dan YouTube, menjadi menarik bagi calon pembaca
  • Kedua, kemampuan copywriting (membuat kata menarik untuk promosi dan penjualan). Ini salah satu keterampilan paling penting untuk menjual pada Abad 21. 
  • Ketiga, pemanfaatan teknologi informasi. Bagaimana memanfaatkan media sosial seperti YouTube, WA, IG, Facebook, Zoom, Webex, Google Meet, dan sebagainya. Karena eranya sekarang seperti itu. Kalau kita bisa memanfaatkan dengan baik, hidup akan lebih mudah.

Semoga bisa melaksanakan strategi pemasaran buku ala Bapak Akbar Zainuddin.


Tuesday, March 7, 2023

Point Buku untuk Kenaikan Pangkat

Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI Gelombang ke 28

Resume ke-25

Narasumber : Dr. Imron Rasidi, M.Pd

Moderator : Yandri Novita Sari, S.Pd

Hari,Tanggal : Senin, 5 Maret 2023

Tema : Point Buku Pada Kenaikan Pangkat PNS

"Karya-karya yang hebat dilakukan bukan dengan kekuatan, tetapi juga dengan ketekunan." (Samuel Johnson)

Semangat masih tetap membara untuk terus belajar menulis dengan tetap mengikuti pemaparan dari narasumber pada setiap pertemuan KBMN gelombang 28. 

Belajar tanpa henti, mengikat dengan tulisan setiap ilmu yang diperoleh agar tidak lepas dari ingatan. Demikian kata-kata bijak yang saya peroleh juga dalam kelas belajar menulis ini. Termasuk ilmu yang diperoleh dari narasumber hebat Bapak Dr. Imron Rasidi, M.Pd.

Bapak Imron Rasidi, didampingi moderator yang akan memandu selama kegiatan belajar. Ibu cantik, Yandri Novita Sari, S.Pd

Bapak Imron Rosidi yang berasal dari Pasuruan Jawa Timur, dan Ibu Yandri yang berasal dari Padang, Sumatera Barat. Jarak yang jauh menjadi terasa dekat berkat adanya aplikasi Whatsapp.com.

Ada pepatah mengatakan,"Bertanyalah pada orang yang sudah kembali." Kalau saya boleh menterjemahkan makna dari pepatah itu adalah jika ingin mengetahui sesuatu agar tidak tersesat atau salah, maka sebaiknya bertanya pada orang yang sudah melakukan,sudah  kembali dari satu tujuan. Orang yang sudah melakukan atau sudah pergi dan kembali pasti  tahu caranya atau jalannya. Maka bertanya pada mereka, pasti jawaban benar yang kita dapat.

Bapak Imron sudah kembali, artinya beliau sudah tahu apa yang dilakukan agar bisa menulis buku untuk menghantarkan kita naik pangkat ke golongan yang lebih tinggi seperti beliau.

Materi yang disampaikan sungguh menarik terutama bagi peserta yang berprofesi sebagai pendidik/guru terkait dengan kebutuhan kenaikan pangkat mereka.

Seabrek prestasi sudah di raih oleh narasumber kita alumni D-III Jurusan Bahasa di IKIP Surabaya ini. Hal ini dibuktikan Pak imron Rosidi terpilih sebagai penerima Penghargaan Satya Lencana Pendidikan dari Presiden Susilo Bambang Yudyono (SBY) tahun 2011. Tak hanya itu beliau juga Mendapatkan penghargaan dari Intel Education Award dan Platinum Indonesia.

Penulis buku berjudul "Menulis Siapa Takut", yang juga berprofesi sebagai dosen Pascasarjana Uniwara STKIP Pasuruan dan kampus Dalwa Bangil karena kecintaannya di bidang menulis Pak Imron dipercaya menjadi wakil dalam Pertukaran Tokoh Masyarakat Indonesia dengan Amerika Tahun 2006 dan menjadi wakil kalangan guru yang terbang ke Amerika. Tidak hanya Amerika,  lelaki kelahiran  Surabaya tanggal 10 Juni 1966 ini juga terbang ke Sydney dan Melbourne tahun 2011, beliau dipercaya mewakil Indonesia karena beliau mendapat Predikat Guru Berprestasi Tingkat Nasional.

Sepak terjang yang luar biasa diimbangi ketekunan dan keuletan Bapak Imron sebagai Penulis buku pelajaran, buku pendidikan dan buku umum dari penerbit UM Press, Kanisius dan lain sebagainya. Beliau juga menjabat sebagai Kepala Sekolah SMAN 1 Bangil mengantarkan beliau meraih gelar Doktor dan beliau juga masuk  sebagai 10 penulis buku nonfiksi yang mendapat apresiasi dari Gubernur Jatim.  

Materi narasumber yakni,"Point Buku Pada Kenaikan Pangkat PNS."

Salah satu jenis Publikasi Ilmiah (PI) dan Karya Inovatif (KI) adalah penulisan buku

Untuk Publikasi Ilmiah bisa berbentuk buku di bidang pendidikan, buku terjemahan, buku hasil mengubah dr laporan penelitian kita. Sementara itu, di Karya inovatif (KI) bisa berupa buku kumpulan puisi, buku kumpulan cerpen, dan buku novel

Buku-buku yang diajukan untuk kenaikan pangkat, buku antologi puisi yang ditulis keroyokan setiap guru hanya menulis satu atau lebih puisi. ini tidak bisa dinilai

Untuk kumpulan puisi, hanya yang menulis minimal 20 puisi yang bisa dinilai. untuk kumpulan cerpen, minimal satu guru menulis 5 cerpen bisa dinilai.







Ada 10 jenis Publikasi Ilmiah, 4 jenis Karya Inovatif  dan 2 jenis Pengembangan Diri. Hanya saja, saat pengajuan PAK, guru maupun KS biasanya hanya mengajukan Penenlitian Tindakan Kelas (PTK) atau Penelitian Tindakan Sekolah (PTS). Ini menimbulkan kecurigaan bahwa guru tersebut menjahitkan saat pengajuan Dupak. Ini harus kita hindari.  Yang menjadi peluang bagi kita sebenarnya menulis buku hasil laporan penelitian yang kita miliki. Hanya dengan mengatur beberapa bab yang ada, buku akan terwujud

Untuk kenaikan pangkat, sudah diatur dengan permanPan RB no 16 tahun 2006. Terhitung bulan Juli 2023 akan menggunakan aturan yang baru. Jika benar berlaku, maka PAK tidak digunakan lagi. Yang digunakan adalah SKP.

Mulai ke golongan,  IV a 
  1. Minimal 1 satu laporan hasil penelitian
  2. Buku maksimal 3. Meskipun banyak tetap tdk lolos krn itu syarat utama
  3. Opini masuk pd artikel populer. Nilai 1 dan 2. Kalau buku nilai 3 atau 1
  4. Koran di artikel populer di publikasi olmah dan buku di buku pelajaran atau bidang pendidikan di publikasi ilmiah
  5. Buku puisi dan cerpen di karya inovatif
Resume tdk bisa dinilai hanya untuk berlatih menulis dan menjadi kebanggaan karena sudah  berkarya
Nah, bagi peserta KBMN, jangan kendor semangatnya untuk menulis meskipun buku solo yang dihasilkan dari resume selama 30 kali pertemuan tidak bisa dinilai. Paling tidak, ada manfaat yang diperoleh yakni pembiasaan diri untuk menulis. Lebih lengkap penjelasan tentang kenaikan pangkat, silahkan pembaca mencermati PermanPAN RB Nomor 16 tahun 2006 atau peraturan yang baru tentang kenaikan pangkat.

Lombok, 6 Maret 2023




Sunday, March 5, 2023

Mari Belajar Pantun

Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI Gelombang ke 28

Resume ke-13

Narasumber : Miftahul Hadi, S.Pd

Moderator : Dail Ma'ruf, M.Pd

Hari,Tanggal : Senin, 6 Februari 2023

Tema : Kaidah Pantun

 

Selalu renyah, selalu enak didengar ditelinga ketika yang menyampaikan itu adalah ahlinya. Sosok yang tersenyum dalam flayer di samping adalah sosok yang memang ahli di bidangnya. Layak ada dalam TSO ( Tim Solid Om Jay). Ahli di bidang pantun. 

Saling berbalas pantun antara narasumber dan moderator untuk membuka kelas belajar menulis nusantara (KBMN) PGRI yang dilaksanakan secara online melalui media whatsaap. 

Ustadz Damar (Dail Ma'ruf, M.Pd.) sebagai moderator dan Bapak Miftahul Hadi, S.Pd (alumnus KBMN gelombang 17)  sebagai narasumber. Menilik foto dalam flayer, sosok narasumber masih sangat muda namun ilmu pantunya tidak diragukan. Ilmunya tidak muda, tapi sudah matang dan siap dipetik.

 Berikut pantun dari moderator yang membersami narasumber pada materi kaedah pantun. 

Buah kelapa dimasukan ke gelas 

Jatuh ke semak tanpa ampun

Sudah pertemuan ke-13 

Yuk, kita simak Materi Pantun

Ingin bisa membuat pantun, maka simak resume tentang kaedah pantun berikut ini



Pantun adalah jenis puisi lama, Akhir kata harus berirama, susunan kata yang berakhiran ab-ab.
Pantun biasanya identik dengan suku bangsa Melayu ataupun Betawi.  Namun, tiap daerah memiliki pantun. 

Contoh : 

Molo mandurung ho dipabu, 

Tampul si mardulang-dulang, 

Molo malungun ho diahu, 

Tatap siru mondang bulan.

 Artinya :

 Jika tuan mencari paku, 

Petiklah daun sidulang-dulang, 

Jika tuan rindukan daku, 

Pandanglah sang bulan purnama

Di Indoneisa, masing-masing daerah mempunyai istilah sendiri-sendiri untuk menyebut pantun. Lain daerah lain pula namanya. 

  • Di Sunda, pantun dikenal dengan istilah paparikan.  
  • Di Jawa, pantun dikenal dengan istilah parikan (Suseno, 2006).
  • Di Tapanuli, pantun dikenal dengan istilah ende-ende (Suseno, 2006

Pantun diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak benda  pada sesi ke-15 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Kantor Pusat UNESCO di Paris, Prancis (17/12/2020). 

Pada hakikatnya, sebagian besar kesusastraan tradisional Indonesia membentuk pondasi dasar pertunjukan genre campuran yang kompleks, seperti "randai" dari Minangkabau wilayah Sumatra Barat, yang mencampur antara seni musik, seni tarian, seni drama, dan seni bela diri dalam perpaduan seremonial yang spektakuler.

Dari berbagai macam pantun dari tiap daerah, berikut terdapat definisi pantun.  Pantun menurut Renward Branstetter (Suseno, 2006; Setyadiharja, 2018; Setyadiharja, 2020) berasal dari kata “Pan” yang merujuk pada sifat sopan. Dan kata “Tun” yang merujuk pada sifat santun. Kata “Tun” dapat diartikan juga sebagai pepatah dan peribahasa (Hussain, 2019).

Kegunaan pantun itu ternyata banyak sekali. Selain untuk komunikasi sehari-hari pada zaman dahulu. Pantun bisa juga digunakan untuk:

  1. Mengawali sambutan pidato. 
  2. Untuk lirik lagu, 
  3. Perkenalan, ataupun dakwah bisa juga disisipi pantun.  
  4. Melatih seseorang berfikir tentang makna kata sebelum berujar.
Kaidah Pantun

  •  bait pantun terdiri atas empat baris (wajib).
  •  satu baris itu idealnya terdiri atas empat sampai lima kata.
  •  satu baris pantun terdiri atas delapan sampai dua belas suku kata.
  •  Baris pertama dan kedua disebut sampiran.
  •  Baris ketiga dan keempat disebut isi.
  •  Bersajak ab-a-b

 

Pantun yang baik, memiliki sajak a-b-a-b. Cara menentukan persajakan, bisa kita lihat Rima (bunyi akhir) tiap baris.





 Jenis-jenis pantun yang umum diketahui antara lain:

  1. Pantun nasihat : pantun yang isinya (baris ketiga dan keempat) nasihat kebaikan. 

          Contoh : 

         Tegak berdiri si batang Suji,

         Tanam di samping petai cina, 

         Sejak kecil rajin mengaji, 

         Sudah besar tentu berguna.

     2. Pantun jenaka : pantun yang berisi hal-hal lucu

         Contoh :

         Ikan gabus ada di rawa, 

         Ikan lele ada di kali, 

         Nenek menangis sambil tertawa, 

         Melihat kakek main lompat tali.

    3.  Pantun dua baris disebut juga karmina atau pantun kilat.

Beda pantun, syair, gurindam dengan karmina 

Syair, hampir sama seperti pantun. Terdiri atas empat baris. Memiliki sajak a-a-a-a. Baris satu sampai empat memiliki hubungan/saling berkaitan.  

Contoh Syair (seperti puisi):

 Inilah kisah bermula kawan 

Tentang negeri elok rupawan 

Menjadi rebutan haparan jajahan 

Hidup mati pahlawan memperjuangkan

Engkau telah mafhum kawan 

Penggenggam bambu runcing ditangan 

Pemeluk tetes darah penghabisan 

Syahdan, Tuhan karuniai kemerdekaan. 

Gurindam hanya terdiri atas dua baris. Memiliki sajak a-a. Baris pertama dan kedua saling berhubungan. 

 Contoh gurindam :

  Jika rajin salat sedekah, 

 Allah akan tambahkan berkah, 

Karmina, terdiri atas dua baris. Baris pertama dan kedua tidak ada hubungannya.

 Contoh karmina

Sudah gaharu cendana pula, 

Sudah tahu bertanya pula.

Cara membuat pantun, kita sering mengalami kesulitan. Kadang ketika  kita membaca pantun ynag sudah dibuat, kedengarannya di telinga tidak pas atau terdengar garing. Pantun yang kita buat kadang tidak selesai-seleai. Hanya bisa smapai baris 1 dan 2. baris selanjutnya tidak selesai-selsai akhirnya bolpoin di lepas atau latop dimatikan. Agar tidak mengalami kesulitan seperti itu, berikut cara atau trik agar membuat pantun lebih mudah:

  1. susunlah baris ketiga dan keempat terlebih dahulu (isinya).  
  2. kemudian baru membuat baris pertama dan kedua yang merupakan sampiran.
  3. hindari penggunaan nama orang, dan nama merk dagang.
Contoh pantun yang mengandung rima awal, tengah dan akhir

Jangan dipetik si daun sirih
Jika tidak dengan gagangnya
Jangan diusik orang berkasih
Jika tidak dengan sayangnya.

Contoh pantun rima tengah dan akhir

Susun sejajar bungalah bakng
Terbang menepi si burung elang
Merdeka belajar marilah dukung
wujud mimpi Indonesia cemerlang.

Dari pemaparan selamat berpantun untuk pembaca semuanya..


Mewujudkan Mimpi Memiliki Majalah Sekolah

 Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI Gelombang ke 28

Resume ke-11

Narasumber : Widya Setianingsih, S.Ag.

Moderator : Mutmainah, M.Pd.

Hari,Tanggal : Selasa, 1 Februari 2023

Tema : Mengelola Majalah Sekolah

 Apakah sekolah yang pembaca pimpin atau sekolah tempat tugas  pembaca sudah mempunyai majalah sekolah? Jika tidak apakah ada dalam benak pembaca, keinginan untuk memiliki majalah sekolah. Atau pernahkah pembaca bermimpi sekolah yang menjadi tempat tugas pembaca memiliki majalah sekolah. Pernahkan pembaca membayangkan jika sekolah mempunyai majalah akan mengabadikan semua kegiatan-kegiatan penting di sekolah pembaca? Pernahkah terlintas dalam hayalan, membayangkan wajah gembira, senyum simpul atau rasa bangga dari siswa-siswi yang wajahnya menghiasi majalah sekolah? 

Sekarang jangan hanya menjadi mimpi dalam angan-angan saja, tetapi memiliki majalah sekolah bisa menjadi kenyataan. Bingung bagaimana caranya? Berikut ada pemaparan dari narasumber yang dihadirkan oleh Dr. Wijaya Kusumah, senabagi founder KBMN melalui tim solidnya.

Dr. Wijaya Kusumah. mendaulat Ibu Widya Setianingsih, S.Ag sebagai narasumber yang akan berbagi pengalaman tentang pengelolaan majalah sekolah. Beliau didampingi oleh moderator yang berpengalaman juga yaitu Ibu Mutmainnah, M.Pd

Bagaimana mengembangkan majalah sekolah, pembaca bisa menyimak pemaparan narasumber yang berhasil diresume penulis sebagai berikut. 

Seluk Beluk Majalah

Majalah (KBBI) merupakan Terbitan berkala yang isinya meliputi berbagai liputan jurnalistik, pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca. Majalah Sekolah merupakan majalah yang di kelola, dibuat dan diedarkan dikalangan sekolah, dari sekolah dan untuk sekolah. 

Berdasarkan waktu terbitnya, majalah dibedakan menjadi:

  • Majalah tahunan;
  • Majalah bulanan;
  • Majalah dwi mingguan; 
  • Majalah mingguan. 
Berdasarkan isinya, majalah dibedakan menjadi:

  • Majalah berita;
  • Majalah anak-anak;
  • Maja wanita;
  • Majalah remaja;
  • Majalah olahraga;
  • Majalah fashion;
  • Majalah sastra;
  • Majalah ilmu pengetahuan tertentu, dll.

Langkah Merintis Majalah Sekolah

Ada 4 aspek dalam merintis/membentuk/mnerbitkan majalah sekolah yaitu

  • SDM; Terkait SDM, langkah yang harus dilakukan adalah menyatukan ide dan gagasan, merekrut teman-teman yang memiliki jiwa literasi, membentuk susunan redaksi.
  • Pendanaan; Terkait pendanaan, langkah yang harus dilakukan adalah membuat rancangan sumber dana menyusun RAB (Rancangan Anggaran dan Belanja).
  • Dukungan sekolah; Terkait dukungan sekolah, langkah yang harus dilakukan adalah menyusun dan mengajukan proposal
  • Dukungan masyarakat; Terkait dukungan masyarakat, langkah yang harus dilakukan adalah promosi dan sosialisasi pada walI murid tentang rencana  pembuatan majalah dan pembiayaannya, serta mencari sponsor dan rekanan yang mendukung.

Jika 4 aspek itu sudah dipastikan ada, maka yakinlah bahwa sekolah akan memiliki majalah sendiri. Sudah bisa dibayangkan  tidak ada kegiatan penting, moment penting yang akan hilang begitu saja. Semua akan terekam menjadi catatan yang akan dibaca oleh siswa, orang tua siswa dan generasi berikutnya. Berbicara melalui tulisan.

Selanjutnya, jika 4 aspek sudah diyakini ada, maka langkah selanjutnya adalah membentuk atau menentapkan susunan redaksi majalah sekolah dan tugasnya

  1. Penasehat adalah orang yang bertugas memberikan pertimbangan menyeluruh terkait majalah
  2. Penanggung jawab adalah orang yang bertanggung jawab atas keseluruhan penerbitan pers, baik ke dalam maupun ke luar. Ia dapat melimpahkan pertanggung jawaban kepada pimpinan redaksi sepanjang menyangkut isi pemberitaan (redaksional)
  3. Pimpinan redaksi (editor in Chief) adalah orang yang bertangung jawab terhadap mekanisme dan aktivitas kerja keredaksian sehari-hari. Ia harus mengawasi isi seluruh rubrik media massa yang dipimpinnya
  4. Editor adalah orang yang menyunting isi naskah, proofreading dan mengedit semua tulisan
  5. Layouter adalah orang yang mengatur layout, mendesain majalah dan tata letaknya agar menjadi tampilan komunikatif dan menarik untuk disajikan.
  6. Reporter adalah orang yang mencari bahan berita, meliput kegiatan
  7. Fotografer adalah orang yang mengambil gambar peristiwa atau objek tertentu yang bernilai berita atau untuk melengkapi tulisan berita atau untuk melengkapi tulisan berita yang dibuat wartawan tulis
  8. Bendahara adalah orang yang mengatur jalannya sirkulasi keuangan majalah sekolah
Manfaat Majalah Sekolah

  1. Sebagai sarana komunikasi sekolah dengan wali murid dan siswa
  2. Media komunikatif yang berisi berita-berita sekolah, informasi, pengetahuan dan hiburan.
  3. Wadah kreatifitas guru dan siswa dalam berkarya (menulis, menggambar dll)
  4. Sarana publikasi sekolah di masyarakat
  5. Menjadi kebanggaan sekolah dan menambah nilai plus sekolah terutama saat akreditasi

Dalam menerbitkan majalah sekolah ada hal-hal yang perlu diperhatikan:

  1.  Buatlah nama yang unik, menarik dan mudah diingat. Misalnya dapat berupa akronim atau kata yang menginspirasi
  2. Menentukan rubrik yang akan ditampilkan. Misalnya: Visi Misi : Visi dan Misi sekolah di letakan di halaman 2.
  3. Salam redaksi: berisi kata sapaan pemred pada pembaca, menyampaikan isi majalah secara singkat, tema majalah, kondisi teraktual saat itu.
  4. Berita sekolah. Berita sekolah berisi kegiatan-kegiatan sekolah, misalnya peringatan PHBI, PHBN, kegiatan sekolah lainnya.
  5. Profil guru: dimuat secara bergiliran mulai dari wakasek, guru, staff pendidikan
  6. Profil siswa berprestasi: yang berisi reportase siswa berprestasi
  7. Karya siwa: berisi tulisan siswa, puisi, cerpen, cerbung, cergam, foto kerajinan, gambar dll.
  8. Kegiatan siswa: berisi kegiatan outclass maupun inclass, praktek, unjuk kerja, game dll.
  9. Kuis berhadiah: TTS, Tebak gambar dll.
  10. Prestasi sekolah: menampilkan prestasi terbaru dari siswa, guru dan sekolah.
  11. Info dan pengumuman: info ujian, Libur dsb.
  12. Bisa juga ditambahkan artikel sesuai kebutuhan dan kreatifitas sekolah. Misalnya: belajar bahasa arab atau bahasa inggris, Do you know (serial pengetahuan umum yang bisa menambah pengetahuan umum, komik atau cergam, Tutorial, Iklan dari sponsor dll.

Mengajukan ISBN atau QRCBN: 

Agar majalah sekolah memiliki hak paten, maka mengajukan ISBN dan QRCBN sangatlah penting. ISBN (International Standard Book Number) adalah kode pengidentifikasian buku yang bersifat unik, terdiri dari  deretan angka13 digit yang berisi informasi tentang judul buku, penerbit dan kelompok penerbit tercakup ISBN. Sedangkan QRCBN (QR Code Standard Book Number) merupakan aplikasi pengidentifikasian buku dengan teknologi terbaru QR code sebagai pemberi identifikasi unik secara internasional terhadap buku yang diterbitkan oleh penerbit. Untuk mendapatkan ISBN atau QRCBN, kita bisa menghubungi penerbit yang memiliki lisensi ISBN atau QRCBN.

Menentukan bahasa yang digunakan dalam majalah

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan saat menentukan bahasa yang digunakan dalam majalah yaitu:

  1. Mengetahui target pasar yang kita bidik agar bisa menentukan bahasa yang akan digunakan. Jika itu majalah sekolah maka target pasarnya pasti siswa dan wali murid.
  2. Gunakan bahasa yang mudah dimengerti, tidak formal/kaku
  3. Gunakan bahasa keseharian dan pergaulan, selipkan bahasa gaul yang lagi ngetrend (tapi tetap sopan).
  4. Gunakan bahasa komunikatif sehingga seolah-olah sedang berbincang dengan pembaca.

Tema yang diangkat atau dimuat:

Carilah tema dari hal atau issue yang lagi booming di sekolah atau masyarakat, misalnya berprestasi di masa pandemi, semakin berilmu semakin berakhlak, let's go green, raih mimpi setinggi bintang, hold Your Star dll.

Cover dan Layout

Cover dan layout majalah sekolah harus menarik karena  cover dan loyout berfungsi untuk melindungi isi majalah, mencerminkan tema dan isi majalah karena itu tampilan cover harus menarik pembaca.

Layout dan tata letak majalah dibuat sesuai tema dan tingkatan usia pembaca (SD, SMP atau SMA), praktis, simple, menarik dan memuat seluruh artikel dengan penataan padat tapi tidak sumpek,

Pembiayaan (Pengeluaran dan Pemasukan):

Pembiayaan atau pengeluaran  majalah sekolah meliputi biaya cetak majalah, honor crew, hadiah quiz dll sedangkan Pemasukan (sumber dana) berasal dari siswa (dengan menginclude harga pembelian majalah dengan SPP), Dana Bos dan Iklan (misalnya: iklan usaha wali murid)

Percetakan

Mencetak majalah secara fisik merupakan hal penting tapi jika seandainya tidak ada dana majalah bisa diterbitkan secara digital melaui aplikasi flipbook atau bisa juga dengan men-share file pdf majalah melalui WA atau website sekolah.

Upgrade ilmu  para crew secara kontinu dengan melaksanakan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi mereka misalnya pelatihan menulis. fotoshop. corel draw dengan mendatangakan narasumber ahli atau guru yang ahli di biang tersebut. 

Kekompakan Tim Kunci Keberlangsungan Majalah Sekolah

Kalau saya mengatakan kemompakan merupakan sebuah kerjasama,  kerja bersama-sama dan sama-sama bekerja. Ibarat tubuh, jika salah satu bagiannya sakit, maka seluruh tubuh akan ikut merasakannya. Begitu juga dengan majalah, setiap crew sama pentingnya, sehingga kekompakan perlu dipupuk. Saling mengisi kekurangan adalah kunci langgengnya suatu tim.

Semoga dengan pemaparan ini,  mimpi untuk memiliki majalah sekolah akan segera terwujud. 

Saturday, March 4, 2023

Ini Cara menulis Bahan Ajar

 Kelas Belajar Menulis Nusantara  (KBMN) PGRI

Gelombang 28. Pertemuan ke-19

Narasumber : Dr, Mudafiatun Isriyah, M.Pd

Moderator   : Mutamsinnah

Materi         : Menulis Bahan Ajar

Senin 20 Februari 2023.

Waktu terus berjalan meningglakan kita. Tak seorang pun mampu menahannya atau menghentikannya untuk menunggu kita. Demikian juga dengan diri saya, waktu terus berjalan hingga sampai pada pertemuan ke-19 kelas belajar menuslis nusantara. Menulislah setiap hari, kata Dr. Wijaya Kusumah mengingatkan peserta untuk selalu menulis termasuk membuat resume. Hal yang sangat luar bisa dari Om Jay sapaan akrab Bapak Dr. Wijaya Kusumah yang selalui mengikat ilmu dengan tulisan setiap hari. Bagi saya ini perjuangan yang luar biasa. Mengapa tidak? Saya yang ikut di kelas ini dan beberapa komunitas menulis lainnya merasa jatuh bangun untuk memeluk komitmen dan menjalankan konsistensi untuk menulis. Yermasuk menulis resume para narasumber setiap kali pertemuan. 

Narasumber yang luar biasa dihadirkan leh tim solid Om Jay.  Beliau  sekelas Ahmad Fuadi. Ibu Dr. Mudafiatun Isriyah, M.Pd. Beliau  telah mendapatkan penghargaan dari perpustakaan nasional sebagai penulis  buku terbaik. 

Materi yang disampaikan oleh ibu Doktor pada peserta yang kemungkinan sebagian besar berprofesi sebagai guru ini adalah tentang menulis bahan ajar. Materi ini tentu sangat penting khususnya bagi saya yang berprofesi sebagai guru. Kenyataan di lapangan memang guru merasa kesulitan membuat bahan ajar. Entah apa sebabnya. Apakah karena tidak bisa, pakah kaena malas, apakah hanya mengandalkan buku teks atau belum pernah mendapatkan pembelajaran tentang penyusunan bahan ajar. Maka beruntung KBMN menghadirkan narasumber yang akan berbagi tentang menulis bahan ajar.

Menulis buku Ajar seringkali tidak bisa dibuat oleh guru itu sendiri sebagai pengampu mata pelajaran. Padahal kalau guru tersebut membuat sendiri buku ajarnya, tentu akan jauh berbeda bila kita membuatnya sendiri dan tidak mengandalkan buku ajar buatan orang lain. Malam ini ibu Mudafiatun akan berbagai ilmu dan pengalamannya kepada kita semua. Jangan lupa untuk disimak dan bertanya kepada pakarnya.

 Apabila seorang guru mampu mmebuat bahan ajar, tentu akan memudahkannya mengajar. Jika bahan ajar itu digunakan oleh banyak orang seperti bahan ajar yang sudah ditulis oleh founder KBMN ini, digunakan oleh banyak sekolah, maka penyusun bahan ajar akan mendapatkan royalti dari hasil tulisannya itu.

Saya setuju dengan apa yang ditulis oleh Pramudya Ananta Toer,"Tahu kau, megapa aku sayangi kau lebih dari siapapun? Karena kau menulis. Suaramnu takkan padam ditelan  angin, akan abadi, sampai jauh di kemudian hari." 

Tulisan diumpamakan seperti suara yang abadi samapi kemudian hari. Tetapi jika kita hanya bersuara saja tidak menulis, apakah suara itu akan masih bisa terdengar sampai kemudian hari?

Tulislah suara itu, meskipun tulisan itu jelek. Karena kebiasaan menulis setiap hari, maka lama kelamaan tulisan itu akan menjadi bagus.  Jangan takut mempublish tulisan, jika orang suka dengan tulisan kita, maka itu adalah bonus bagi penulis. Jika pembaca tidak suka, maka terbukalah untuk menerima saran kritikan terhadap kekurangan tulisan kita.

"Menulis merupakan tingkat literasi paling tinggi setelah mendengar, Berbicara dan membaca. Meskipun menulis tidak mudah namun harus tetap dilakukan sebagai bukti kita ikut memberikan sesuatu bagi peradaban. Tanpa meninggalkan tulisan manusia akan semakin mudah dilupakan". (Ustadzah Emut)

Malam ke 19 ini kita akan ditemani moderator yang imut-imut Ustadah Mutmainah, M.Pd. akan mengupas tuntas tentang MENULIS BUKU AJAR bersama narasumber hebat Ibu Dr. Mudafiatun Isriyah, M. Pd . Beliau adalah konselor dan penulis juga asesor BAN PAUD Jatim. Lulus cum laude prodi PAUD UNESA Surabaya dan melanjutkan studi di Universitas Negeri Malang untuk meraih gelar doktor Bimbingan dan Konseling. Beliau juga merupakan alumni BM 4 asuhannya Omjay. Dan peraih buku terbaik Perpusnas 2021 bersama prof Ekoji dalam tantangan menulis selama satu minggu. Profil lengkapnya bisa lihat di sini

https://www.kompasiana.com/mudaisriyah/63f23e524addee59a3385632/cv-dr-mudafiatun-isriyah-m-pd

 Materi yang disampaiakan secara runtut seperti dalam paparan berikut:

1. Bahan Ajar  VS  Buku Ajar

2. Pentingnya BA dalam pembelajaran

3. Buku Ajar dan Buku Hasil Penelitian/Hasil Pemikiran

4. Cara Penulisan Buku Ajar

5. Prinsip-prinsip Pemilihan Materi Buku Ajar

Bahan Ajar Vs Buku Ajar

  • Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/dosen dan mahasiswa dalam kegiatan belajar-mengajar. Bahan ajar dapat berupa bahan tertulis atau pun tidak tertulis.
  • Bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak tertulis sehingga dapat tercipta lingkungan dan suasana yang memungkinkan peserta didik untuk belajar.
  • Bahan Ajar Cetak : Buku Teks,
  • Buku Referensi, dan Monograf,
  • Bahan Ajar Mandiri = Modul = BAJJ  
  • Panduan = Petunjuk = Pedoman, 
  • Atlas = Peta 
  • Diagram =  Poster  
  • Brosur = Leaflet = Manual     

    Bahan Ajar non-Cetak

  • Internet = Web Based Courses = e-learning
  • CAI = Pembelajaran Berbantuan Komputer
  • Slide 
  • Video / TV 
  •  Audio / Radio

Sedangkan Buku Ajar merupakan salah satu bentuk bahan ajar. Buku Ajar adalah buku ilmiah berupa uraian materi pembelajaran yang disusun secara logis dan sistematis dengan bahasa yang lugas, digunakan dosen dan mahasiswa dalam pembelajaran (Pannen & Purwanto, 2001)

MENGAPA BUKU AJAR PENTING DALAM PEMBELAJARAN?

  • Guru lebih banyak waktu untuk memberi bimbingan kepada siswa/mahasiswa
  • Siswa dapat belajar sekalipun tidak ada guru
  • Siswa dapat belajar kapan dan di mana saja
  • Siswa tidak terlalu tergantung kepada guru sebagai satu-satunya sumber informasi
  • Siswa bisa belajar dengan kecepatan masing-masing sesuai dengan potensi.

Buku ajar ini wajib diwujudkan oleh seorang guru karena  mengacu pada TRILOGI PEMBELAJARAN

  1. ada Tujuan, 
  2. Srtategi \
  3. Penilaian

Karena Syarat minimal terjadinya pembelajaran adalah mahasiswa/siswa – Materi – Guru/Dosen

Seorang guru memiliki kepentingan untuk memenuhi kebutuhan dalam mengajarnya yaitu dengan menata buku ajar sendiri sesuai mata pelajaran yg diampu. 

 KEUNTUNGAN BUKU AJAR BAGI GURU/DOSEN

     1. Promosi & Kenaikan Pangkat

    2. Mendapatkan insentif

    3. Finansial-Royalti

    4. Eksistensi diri

    5. Media Ekspresi

    6. Branding Personal dan Institusi

    7. Penguatan Keilmuan; dll. Eksistensi diri

Guru adalah sebagai Peneliti dan Pembelajar. Pengalaman dan Kurikulum sebagai pegangan kita dalam menulis buku ajar. Guru membuat RPS/Silabus. Desain pembeljaran sebagai langkah awal untuk memulai. Semua mata pelajaran yang di desain itu sama dengan ouline calon buku kita. Ini bakal/bahan /calon buku ajar yang akan menghasilkan buku ajar, buku modul dan diktat.

Seorang guru juga sebagai peneliti, maka guru akan menghasilkan buku referensi, monograf, artikel ilmiah, ini bahan untuk menjadi buku.

  Jenis-Jenis Buku Ajar

  1. Buku ajar
  2. Buku MOdul
  3. Diktat
  4. Petunjuk Praktikum
  5. Naskah Tutorial

Buku Hasil Pemikiran/Penelitian

  1. Buku referensi
  2. Monografi

Bagaimana dengan BUKU AJAR  VS BUKU TEKS?

Buku Ajar pada umumnya:

1. Ditulis dan dirancang untuk digunakan siswa/mhs.

2. Menjelaskan tujuan pembelajaran.

3. Disusun berdasarkan pola belajar yang fleksibel.

4. Strukturnya berdasarkan kompetensi yang akan dicapai.

5. Ada pemberian kesempatan latihan bagi mahasiswa.

6. Selalu memberikan rangkuman.

7. Kepadatan berdasarkan kebutuhan mahasiswa

8. Dikemas untuk digunakan dalam pembelajaran.

9. Mempunyai mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari mahasiswa.

10.Mencantumkan petunjuk penggunaan buku ajar.

 Buku Teks pada umumnya:

1. Ditulis terutama untuk digunakan dosen atau pembaca umum, dipasarkan secara luas.

2. Tidak selalu menjelaskan tujuan pembelajaran.

3. Disusun secara linier.

4. Strukturnya berdasarkan logika bidang ilmu (content).

5. Belum tentu memberikan latihan bagi mahasiswa.

6. Belum tentu ada rangkuman.

7. Materi buku teks sangat  

8. Dikemas untuk dijual secara umum.

9.Tidak ada mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari pemakai.

10.Tidak memberikan petunjuk cara mempelajarinya.

CARA PENYUSUNAN BUKU AJAR

  1.  PENATAAN INFORMASI (compilation text)
  2. PENGEMASAN KEMBALI (information repackaging)Guru/Dosen melakukan pengemasan kembali dari sumber-sumber yang telah ada disesuaikan dengan kebutuhan kompetensi yang ingin dicapai dalah RPS
  3.  MENULIS SENDIRI (starting from scratch), Guru/Dosen menulis sendiri berdasarkan kepakarannya berdasarkan RPS mata kuliah yang diampu Ada istilah: PROSEDUR KOMPILASI: Kumpulkan seluruh buku, artikel jurnal ilmiah, dan sumber acuan lain yang digunakan dalam mata pelajaran seperti yang tercantum dalam daftar pustaka di RPS. Tentukan bagian-bagian buku, artikel jurnal ilmiah, dan bagian dari sumber acuan lain yang digunakan per Bahan Kajian sesuai dengan RPS. 
  4. Fotokopi seluruh bagian dari sumber yang digunakan per Bahan Kajian sesuai dengan RPS.ilahlah hasil fotocopy tersebut berdasarkan urutan Bahan Kajian yang sesuai dengan RPS.
  5. Buatlah/tulislah halaman penyekat bahan untuk setiap Bahan    Kajian/BAB.
  6. Bahan-bahan yang sudah dilengkapi dengan halaman penyekat untuk    setiap Bahan Kajian kemudian dijilid rapi (selanjutnya dicopy untuk    dibagi kepada mahasiswa).
  7. Buatlah/tulislah pedoman guru/dosen dan pedoman siswa/mahasiswa   untuk mendampingi bahan yang sudah dikompilasi tersebut.

 PROSEDUR PENGEMASAN KEMBALI INFORMASI

  1. Informasi yang sudah ada di pasaran dikumpulkan berdasarkan kebutuhan (RPS + RTM) Informasi tersebut disusun kembali/ditulis ulang dengan gaya bahasa dan strategi yang sesuai untuk menjadi buku ajar (digubah), kemudian ditambahkan: Kemampuan/kompetensi yang akan dicapai.Petunjuk belajar bagi mahasiswa.
  2. Latihan.
  3. Ringkasan.
  4. Umpan balik.
  5. Evaluasi formatif.

 Guru merupakan pakar dalam bidangnya (menguasai bidang ilmu):

  1. Guru mempunyai kemampuan menulis.
  2. Guru memahami kebutuhan mahasiswa dalam bidang ilmu yang dibinanya.
  3. Guru memiliki kemampuan mendesain pembelajaran
  4. Guru adalah pakar bagi dirinya sendiri yaaa

PRINSIP-PRINSIP PEMILIHAN MATERI BUKU AJAR

  1. PRINSIP RELEVANSI: Materi pembelajaran hendaknya ada hubungannya dan memberikan kontribusi bagi upaya pencapaian capaian pembelajaran mata kuliah dan kemampuan akhir. Misalnya, jika kemampuan yang diharapkan dikuasai mahasiswa berupa menghafal fakta, maka materi pembelajaran yang diajarkan harus berupa fakta.
  2. PRINSIP KONSISTENSI/KEAJEGAN: Materi pembelajaran harus konsisten dengan kemampuan akhir yang ingin dicapai, baik dari segi jumlah materi maupun dari taksonominya. Jika kemampuan akhir yang harus dikuasai mahasiswa empat macam, maka materi buku ajar yang harus dikembangkan juga harus meliputi empat macam
  3. PRINSIP KECUKUPAN: Materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam membantu mahasiswa menguasai kemampuan akhir yang diharapkan. Materi tidak boleh terlalu sedikit dan tidak boleh terlalu banyak. Jika terlalu sedikit akan kurang membantu mencapai capaian pembelajaran mata kuliah dan kemampuan akhir. Sebaliknya, jika terlalu banyak akan membuang-buang waktu dan tenaga yang tidak perlu untuk mempelajarinya.

 SISTEMATIKA BUKU AJAR

Biasanya tergantung dari penerbit juga ya, tetapi kita sbg seorang guru juga memiliki kesiapan unt menata outline buku kita sendiri yaitu:

BAB 1 Pendahuluan

  • Penyajian
  • Penutup

Daftar Pustaka

Senarai (glossary)

Tinjauan Mata Pelajaran : Prakata 

  • Petunjuk Penggunaan Buku Ajar bagi Mahasiswa
  •  Identitas Mata Kuliah
  • Deskripsi Singkat Isi Buku Ajar
  • Kegunaan Mata Kuliah bagi Mahasiswa
  • Capaian Pembelajaran Mata kuliah

 2. BAB II

  • Kemampuan Akhir
  • Indikator

Pendahuluan, terdiri dari:

  • Deskripsi singkat berupa gambaran umum tentang cakupan bab tersebut. 
  • Relevansi antara bab tersebut dengan pengalamanyang telah dimiliki mahasiswa atau manfaat bagi  mahasiswa.

Penyajian:    

  • Uraian atau penjelasan materi (sesuai dengan jenis
  • materi) dan diikuti dengan contoh-contoh.
  • Ilustrasi yang sesuai dengan uraian materi.
  • Tugas dan Latihan yang dilakukan mhs setelah membaca uraian materi.
  • Rangkuman/ringkasan dari konsep atau prinsip yang dibahas.

 Penutup, terdiri dari:  

  •   Penilaian, konsisten dengan rumusan indikator dan Kemampuan      Akhir.
  •   Umpan balik, untuk dapat menilai sendiri hasil belajarnya (kunci      jawaban tes).
  • Tindak lanjut.

 DAFTAR PUSTAKA

SENARAI, berupa daftar istilah teknis yang dianggap penting dan perlu dijelaskan.

DAFTAR INDEX (jika diperlukan).

 

Lombok, 20 Februari 2023

Friday, March 3, 2023

Penasaran dengan Tulisan Biografi, Ini Caranya

Kelas Belajar Menulis Nusantara PGRI, Gelombang ke-28

Resume ke-24

Narasumber  : Lely Suryani, S.Pd.SD

Moderator     : Muliadi

Materi           : Menulis Biografi

Hari, tanggal : Jum'at, 3 Maret 2023

Kebahagiaan yang tiada terhingga menyeruak dalam hati saya pada pertemuan maya, kelas belajar menulis nusantara kali ini. Bagaimana tidak, materi yang disajikan pada pertemuan ke-24 sangat menarik. Penggagas kegiatan ini, yakni Bapak Dr.Wijaya Kusumah sangat peka dengan kebutuhan peserta. Meskipun pada kenyataannya peserta berasal dari beragam latar belakang profesi namun disatukan oleh kesamaan tujuan dan keinginan yaitu sama-sama belajar menulis. Tidak hanya itu saja keberagaman peserta juga mungkin saja dilihat dari kemmapuan peserta dalam menulis. Ada yang sudah malang melintang dalam dunia kepenulisan, namun ada juga yang masih penulis pemula. Termasuk ada yang baru membuat blog sebagai persyaratan peserta mempublish tulisan mereka.

Sebagai penulis pemula, saya sangat senang dengan materi-materi yang disampaikan oleh tim solid Om Jay (sapaan akrab Bapak Dr. Wijaya Kusumah). Kaitannya dengan genre tulisan, Om Jay telah mebuktikan bahwa tim solid  mampu membersamai peserta untuk belajar dengan berbagi genre tulisan seperti puisi, bahan ajar dan biografi seperti yang disampaikan oleh narasumber, Ibu Lely Suryani. 

Ibu Lely Suryani, dalam menyampaikan materi tentang tulisan biografi, didampingi oleh Bapak Muliadi dari  Tolitoli. Dunia maya mempertemukan dua orang seolah tanpa sekat jarak dan waktu. Tolitoli dan Banjarnegara, tepatnya SD Negeri 1 Gumelan Kulon Kecamatan Susukan Kabupaten Banjar Negara Jawa Tengah,  bertemu dalam ruang chat whatsaap bersama peserta yang ingin belajar menulis dari seluruh nusantara. 

Sebagai umat beragama, moderator mengajak peserta  membuka acara dengan sama-sama melafazakan kalimat," Basmallah,"Bismillahirrahmanirrohim." setelah menyampaikan langkah belajar atau susunan kegiatan pembelajaran yang akan dipandunya.

Seorang guru sebelum memulai pelajaran, pasti akan membangun jembatan antara guru dan siswa melalui kegiatan apersepsi yang dirancang dengan beragam kegiatan. Ini dimaskudkan agar komunikasi antara guru dan siswa bisa berjalan lancar. Demikian juga dengan Ibu Lely Suryani, sebagai narasumber menyampaikan pereknalannya terlebih dahulu, namun tidak mengganggap peserta sebagai murid. Beliau selalu merendah dengan ilmu yang dimiliki. Beliau mengibaratkan ilmunya hanya sedikit. Ibarat;

        ,"Menyeberang sedalam mata kaki, masih jauh ke dasar kalinya."

Narasumber berasal dari alumni kelas belajar menulis nusantara sebelumnya. Dari peserta kemudian dipercaya menjadi meoderator dan selanjutnya dipercaya oleh Om Jay untuk menjadi tim solid Om Jay yang dipercaya  dua kali mengawal  materi menulis  biogarafi.  Dari perkenalan ini, bisa dipastikan narasumber sudah jago menulis biografi.

Saya menjadi ingat pada salah satu buku yang saya baca. Buku itu berjudul,"Pagi Pegawai Petang Pengarang."  Sebuah buku karya seorang yang kesehariannya sebagi dosen di UNESA, penulis,  pegiat literasi, motivator dan editor ( Bapak Much.Khoiri). Pada salah satu sub judul buku , saya membaca tulisan,"Apal kaji karena diulang, apal jalan karena ditempuh."

Bu Lely sudah biasa menulis biografi sehingga membuatnya mahir menulis biografi. Sangat  tepat founder KBMN mendaulatnya menyampaikan tulisan bergenre biografi. Ini contoh karya ibu Lely. Biografi founder KBMN

Biografi adalah sebuah narasi atau cerita yang berisi kisah kehidupan seseorang, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Biografi dapat berisi informasi mengenai latar belakang, masa kecil, pendidikan, pekerjaan, pengalaman hidup, dan pencapaian seseorang selama hidupnya. Biografi dapat ditulis dalam bentuk buku, artikel, atau bahkan film dokumenter. Biografi biasanya ditulis oleh seorang penulis atau biografer yang melakukan riset dan wawancara dengan orang yang menjadi objek biografi dan sumber-sumber lainnya untuk memperoleh informasi yang akurat dan lengkap tentang kehidupan orang tersebut.

 Ada beberapa tujuan menulis biografi, di antaranya:

Menginspirasi dan memberikan motivasi - Biografi sering kali dijadikan sebagai bahan bacaan yang menginspirasi dan memberikan motivasi bagi pembaca. Kisah sukses dan pengalaman hidup seseorang yang terdapat dalam biografi dapat menjadi contoh bagi pembaca untuk mengatasi rintangan dan mencapai tujuan hidup mereka sendiri.

Merekam sejarah - Biografi dapat menjadi sumber informasi sejarah yang berharga untuk generasi mendatang. Dengan menulis biografi, seseorang dapat merekam kisah hidup orang-orang yang telah berjasa atau mempunyai pengaruh pada masa lampau. Biografi juga dapat merekam suatu periode atau kejadian dalam sejarah.

Memberikan wawasan - Biografi dapat memberikan wawasan dan pemahaman yang lebih baik tentang seseorang yang menjadi objek biografi. Dengan memahami lebih dalam tentang latar belakang dan pengalaman hidup orang tersebut, pembaca dapat mendapatkan wawasan baru tentang kehidupan dan dunia.

Mengabadikan warisan - Biografi dapat dijadikan sebagai cara untuk mengabadikan warisan seseorang. Biografi dapat membantu memperkenalkan seseorang pada generasi mendatang dan membuat mereka tidak terlupakan.

Tujuan seseorang menulis Biografi bermacam-macam. Ada yang bertujuan untuk  menginspirasi dan memberikan motivasi tidak semata-mata bertujuan komersial atau memperoleh imbalan uang.

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diikuti untuk menulis biografi:

  • Lakukan riset tentang orang yang ingin Anda tulis biografinya. 
  • Kumpulkan informasi tentang latar belakang, kehidupan awal, pendidikan, karier, pencapaian, dan pengalaman hidup yang menarik. Sumber informasi dapat mencakup wawancara dengan keluarga atau teman dekat, surat, artikel berita, buku, dan sumber-sumber online.
  • Buat kerangka atau outline untuk biografi. 
  • Buatlah daftar peristiwa dan pengalaman penting dalam hidup orang tersebut untuk membantu Anda mengorganisasi informasi.
  • Tulis pengantar atau pendahuluan yang menarik untuk menarik perhatian pembaca.
  • Pendahuluan harus memberikan gambaran singkat tentang siapa orang tersebut dan mengapa hidupnya layak untuk ditulis biografinya.
  • Mulai menulis biografi dengan menyelesaikan bagian-bagian yang paling menarik dan relevan. 
  • Pastikan untuk memasukkan detail yang menarik dan membuat cerita hidup orang tersebut menjadi hidup.
  • Organisir konten biografi dalam urutan kronologis, dimulai dari masa kanak-kanak, kemudian ke masa remaja, dewasa awal, dan seterusnya.
  • Gunakan gaya bahasa yang mudah dimengerti dan tetap konsisten dengan tema biografi.
  • Berikan gambaran yang jelas tentang perjuangan dan rintangan yang dihadapi, kesulitan dan kegagalan yang dialami, serta keberhasilan dan kebahagiaan yang diraih.
  • Jangan lupa untuk menyertakan kutipan atau kata-kata orang tersebut yang menarik atau menggambarkan kepribadiannya.
  • Revisi dan edit biografi secara teratur. Pastikan kesalahan gramatikal dan fakta yang salah dikoreksi.
  • Akhiri biografi dengan kesimpulan yang merangkum hidup orang tersebut dan dampaknya pada dunia atau masyarakat.

Dalam  menulis biografi, tidak hanya mewawancarai yang bersangkutan atau oarang yang akan dibuat biografinya tetapi keluarganya juga turut diwawancaari untuk mendapatkan  data dan informasi yang lengkap.

Lalu nagaimana dengan autobiografi? Bukankah kita sering mendengar istilah ini? Apa yang dimaksud dengan Autobiografi?

Autobiografi adalah kisah atau narasi yang ditulis oleh seseorang tentang hidupnya sendiri, pengalaman-pengalaman penting, dan peristiwa-peristiwa yang memengaruhi kehidupannya. Autobiografi biasanya ditulis dalam sudut pandang orang pertama dan menceritakan sejarah hidup dari awal hingga saat ini. Autobiografi dapat mencakup berbagai topik seperti keluarga, pendidikan, pekerjaan, pernikahan, perjalanan, dan banyak lagi. Autobiografi dapat membantu pembaca memahami pengalaman dan pandangan hidup penulis, dan dapat memberikan wawasan tentang kehidupan dan peristiwa sejarah.

Tujuan menulis autobiografi.

Tujuan utama menulis autobiografi adalah:

  • membagikan kisah hidup dan pengalaman pribadi seseorang dengan pembaca. 
Beberapa tujuan khusus dari menulis autobiografi dapat meliputi:

  • Meningkatkan pemahaman diri: Menulis autobiografi dapat membantu seseorang memahami dirinya sendiri lebih baik dengan merefleksikan peristiwa penting dalam hidup mereka dan menghubungkan pola-pola dalam pengalaman hidup.
  • Menjaga kenangan: Autobiografi juga dapat berfungsi sebagai catatan kenangan bagi penulis dan keluarga mereka, dan dapat membantu mempertahankan warisan keluarga.
  • Memberikan inspirasi: Autobiografi dapat menjadi sumber inspirasi bagi pembaca, terutama bagi orang yang mengalami situasi serupa atau menghadapi kesulitan dalam hidup.
  • Memberikan wawasan: Autobiografi dapat memberikan wawasan tentang sejarah, budaya, dan lingkungan sosial di mana penulis hidup dan bekerja, sehingga dapat membantu pembaca memahami kondisi dan konteks kehidupan penulis.
  • Membangun identitas dan citra publik: Autobiografi juga dapat membantu seseorang membangun identitas dan citra publik mereka, baik dalam konteks pribadi maupun profesional.
Demikian beberapa  tujuan  menulis Autobiografi. Bagaimana dengan pembaca? Jka hendak menulis auto biografi, tujuan apa yang pembaca inginkan?  terakhir...

Langkah yang dapat diikuti dalam menulis autobiografi:

  • Lakukan riset dan persiapan: 
  • Mulailah dengan membuat daftar peristiwa penting dalam hidup anda, tempat-tempat yang anda kunjungi, orang-orang yang anda temui, dan pengalaman-pengalaman lain yang mungkin anda ingin masukkan dalam autobiografi anda. 
  • Lakukan riset tentang masa lalu anda, termasuk sejarah keluarga, lingkungan sosial, dan kebudayaan saat itu.
  • Tentukan gaya dan fokus
  • Setelah anda mengetahui gambaran besar dari hidup anda, tentukan gaya dan fokus untuk autobiografi anda. Anda dapat memilih untuk menulis dalam gaya naratif atau reflektif, dan memilih fokus seperti karier, keluarga, atau perjalanan.
  • Buat kerangka cerita: Buat kerangka cerita untuk autobiografi anda dengan memilih peristiwa penting dan menempatkannya dalam urutan kronologis atau non-kronologis.
  • Tulis draf pertama: Mulailah menulis draf pertama dari autobiografi anda berdasarkan kerangka cerita yang sudah dibuat. Jangan khawatir tentang detail atau kesalahan, hanya tulis dengan lancar.
  • Edit dan revisi: Setelah menyelesaikan draf pertama, edit dan revisi autobiografi anda dengan memperbaiki kesalahan, menambahkan detail dan pengalaman baru, dan memperbaiki struktur dan narasi.
  • Beri judul dan bagikan: Setelah menyelesaikan revisi terakhir, berikan judul untuk autobiografi anda. Jika ingin dibagikan dengan orang lain, pertimbangkan untuk mencetak atau menerbitkan secara online untuk dapat dibaca oleh publik.
Ingatlah bahwa menulis autobiografi dapat memakan waktu, dan dapat melibatkan emosi yang kuat. Oleh karena itu, pastikan untuk meluangkan waktu yang cukup dan mempersiapkan diri secara emosional untuk menulis autobiografi yang baik dan berarti.

Hal yang penting juga diperhatikan dalam menulis biografi seseorang, tulislah hal-hal yang baik karena akan mengai insfirasi dan motivasi bagi pembaca. Jika ada hal yang kurang baik pada diri seseorang yang memiliki biografi tersebut bisa saja ditulis jika ada hikmah kebaikan dari peristiwa atau kejadian itu tetapi harus mendapat persetujuan yang punya biografi. 

Selamat mencoba menulis biografi dan autobiografi.

Lombok, 3 Maret 2023


Kegiatan Akhir Tahun di SDN 1 Dasan Tereng

Beragam kegiatan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan untuk mengakhiri masa pembelajaran setiap tahunnya. Kegiatan ini sepertinya merupa...